Maduro Tiba di New York Dibawah Kawalan Ketat DEA, Hadapi Dakwaan Narkoterorisme

- Editor

Minggu, 4 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : ist

Hariannarasi.com, New York – Lembaran sejarah politik Amerika Latin memasuki babak baru yang dramatis. Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, mendarat di New York bukan dalam rangka kunjungan kenegaraan, melainkan sebagai tahanan otoritas federal Amerika Serikat. 

Dengan tangan terborgol, ia langsung digiring menuju Pusat Penahanan Metropolitan (MDC) di bawah pengawasan ketat agen Drug Enforcement Administration (DEA).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Meski berada dalam tekanan hukum yang luar biasa, Maduro sempat melontarkan sapaan singkat berupa ucapan selamat malam dan selamat tahun baru saat proses pemindahannya berlangsung.

​Langkah hukum ini merupakan puncak dari penyelidikan panjang Departemen Kehakiman AS terhadap lingkaran dalam pemerintahan Caracas. Berdasarkan dokumen dakwaan resmi, Maduro menghadapi empat tuduhan berat yang saling berkelindan:

  • Konspirasi Narkoterorisme: Dugaan keterlibatan aktif dalam memfasilitasi jalur distribusi narkoba demi kepentingan politik dan militer.
  • Penyelundupan Kokain: Dakwaan menyebutkan bahwa Maduro telah mengatur pengiriman kokain ke wilayah Amerika Serikat selama beberapa dekade.
  • Pelanggaran Senjata Api: Penggunaan dan kepemilikan senapan mesin dalam mendukung operasi perdagangan gelap.
  • Kolaborasi Lintas Organisasi: Jaksa penuntut menuduh Maduro bekerja sama secara sistematis dengan kelompok gerilya FARC (Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia) dan Kartel Sinaloa yang berbasis di Meksiko.

​Kehadiran Maduro di New York menandai kemenangan signifikan bagi strategi penegakan hukum transnasional Amerika Serikat. Pakar hukum menilai kasus ini akan menjadi salah satu persidangan paling menyita perhatian dunia dalam satu dekade terakhir.

​Jika tidak ada aral melintang, Maduro dijadwalkan akan menjalani sidang perdana di pengadilan Departemen Kehakiman Amerika Serikat pada pekan depan. Di sana, ia akan mendengarkan pembacaan dakwaan secara formal di hadapan hakim federal.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Enam Kapal Dagang Dipaksa Putar Balik, AS Blokade Ketat Selat Hormuz!
Kenapa Kapal Pertamina Dilarang Lewat Selat Hormuz? Ini Kata Dubes Iran!
Iran Izinkan Kapal Asing Lintasi Selat Hormuz, Dua Kapal Indonesia Masih Tertahan!
Makin Panas! Spanyol Tuding Israel Sengaja Targetkan TNI di Lebanon, Tel Aviv Meradang
Gawat! Harga Minyak Dunia Tembus US$115, Negara Ini Terpaksa Gelap-gelapan Tiap Malam!
Dua Kapal Tanker Pertamina Tertahan di Selat Hormuz, Iran Belum Berikan Izin Melintas
Lanjutkan Perang Lawan Iran, AS Tuntut Kompensasi Rp84.781 Triliun dari Negara-negara Arab
Literasi Tembus 94 Persen! Kampus-Kampus di Iran Dikuasai Perempuan?
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 08:44 WIB

Enam Kapal Dagang Dipaksa Putar Balik, AS Blokade Ketat Selat Hormuz!

Minggu, 12 April 2026 - 19:21 WIB

Kenapa Kapal Pertamina Dilarang Lewat Selat Hormuz? Ini Kata Dubes Iran!

Sabtu, 4 April 2026 - 05:37 WIB

Iran Izinkan Kapal Asing Lintasi Selat Hormuz, Dua Kapal Indonesia Masih Tertahan!

Rabu, 1 April 2026 - 06:42 WIB

Makin Panas! Spanyol Tuding Israel Sengaja Targetkan TNI di Lebanon, Tel Aviv Meradang

Senin, 30 Maret 2026 - 19:25 WIB

Gawat! Harga Minyak Dunia Tembus US$115, Negara Ini Terpaksa Gelap-gelapan Tiap Malam!

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Gaji Ke-13 ASN Siap Cair, Ini Jadwal dan Besarannya!

Minggu, 19 Apr 2026 - 07:04 WIB

NASIONAL

Ada Soto dan Buah, Ini dia Menu Makanan Jamaah Calon Haji

Minggu, 19 Apr 2026 - 06:14 WIB