Caption : ist
Hariannarasi.com, Tubaba – Suasana tahun baru di Tiyuh Indraloka Jaya, Kecamatan Way Kenanga, berubah menjadi geger pada Kamis malam (1/1). Seorang perempuan berinisial Y (40), yang diketahui berprofesi sebagai pekerja lepas hiburan malam atau pemandu lagu (PL), ditemukan tewas di dalam kamar kontrakannya.
Saat ditemukan, kondisi jenazah cukup memprihatinkan dengan sebagian tubuh bagian bawah tidak mengenakan busana. Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi kejadian, korban diduga telah meninggal dunia lebih dari 24 jam sebelum ditemukan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penemuan jenazah yang berprofesi sebagai Lady Companion (LC) ini bermula dari kecurigaan Hariyanto, pemilik kontrakan tempat korban tinggal. Menurut keterangan saksi, korban yang baru menetap selama satu bulan tersebut sempat mengeluhkan kondisi kesehatannya sebelum malam pergantian tahun.
”Kemarin dia sempat bilang mau ikut acara tahun baruan di rumah saya. Namun, saat malam tahun baru dia tidak terlihat. Sempat ada kabar kalau kondisinya sedang tidak enak badan karena asam lambungnya kambuh,” ungkap Hariyanto.
Kecurigaan Hariyanto memuncak ketika ia mencoba mengecek kondisi korban pada Kamis siang, namun panggilan tersebut tidak berbalas. Penasaran, ia kembali mendatangi kontrakan korban pada malam harinya. Karena tetap tidak ada respon, Hariyanto berinisiatif mengajak warga dan kerabat untuk memeriksa ke dalam.
”Saya buka pintu kontrakannya lalu masuk dengan penerangan lampu ponsel. Saya terkejut karena ia sudah meninggal dengan posisi sebagian badan bawah tak memakai pakaian,” jelas Hariyanto. Ia pun segera melaporkan kejadian tersebut kepada pamong desa dan pihak kepolisian setempat.
Merespons laporan warga, aparat kepolisian dari sektor setempat segera mengamankan lokasi kejadian (TKP) dan mengevakuasi jenazah korban ke Puskesmas Lambu Kibang.
Kapolsek Lambu Kibang, Iptu Kasyono, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyatakan bahwa pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kematian korban dan masih menunggu hasil pemeriksaan medis.
”Jenazah korban kami bawa ke puskesmas untuk dilakukan visum et repertum. Kami akan mendalami kasus ini karena saat ini penyebab kematiannya belum diketahui secara pasti. Biar tim medis yang melakukan pemeriksaan lebih lanjut,” tegas Iptu Kasyono.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih terus mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti di lokasi kejadian untuk mengungkap fakta di balik kematian perempuan yang belum diketahui alamat aslinya tersebut. (*)






