Teror Bangkai Ayam di Teras Rumah, Greenpeace: Sinyal Bahaya bagi Demokrasi dan Kritik Publik

- Editor

Kamis, 1 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : ist

Hariannarasi.com, Jakarta – Manajer Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik mendengar suara benda jatuh di teras rumahnya. Saat diperiksa, bukan sekadar sampah yang ditemukan, melainkan sebuah pesan intimidasi, seekor bangkai ayam tergeletak tanpa pembungkus. 

Bangkai tersebut bukan kiriman sembarangan, pada kakinya terikat secarik kertas dengan pesan yang menusuk, mengarah langsung pada keselamatan pribadi dan keluarga sang aktivis. “Jagalah ucapanmu apabila anda ingin menjaga keluargamu. Mulutmu harimaumu,” demikian bunyi ancaman tertulis tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Penemuan ini menjadi puncak dari serangkaian serangan yang dialami Iqbal. Sebelumnya, ruang digitalnya telah lebih dulu dikepung. Kolom komentar media sosialnya dipenuhi serangan siber, sementara pesan pribadi (Direct Message) di akun Instagram-nya dijejali ancaman serupa.

Teror fisik dan ancaman terhadap Iqbal berbanding lurus dengan intensitas suaranya dalam mengkritik penanganan pemerintah terhadap bencana kemanusiaan di Sumatera. Bencana banjir yang telah merenggut seribu nyawa tersebut, di mata Iqbal dan Greenpeace, bukanlah sekadar amukan alam, melainkan buah pahit dari deforestasi dan alih fungsi lahan yang dibiarkan menahun.

Kepala Greenpeace Indonesia, Leonard Simanjuntak, menilai insiden ini sebagai upaya pembungkaman yang vulgar. “Sulit untuk tidak mengaitkan kiriman bangkai ayam ini dengan upaya pembungkaman terhadap orang-orang yang gencar menyampaikan kritik atas situasi Indonesia saat ini,” tegas Leonard melalui keterangan tertulisnya, Kamis (1/1).

​Menurut Leonard, kritik publik yang disampaikan Iqbal sejatinya adalah bentuk keprihatinan dan solidaritas. Namun, respons yang diterima justru berupa teror psikologis yang mencoba mematikan nalar kritis.

Pola Sistematis Pembungkaman

Apa yang menimpa Iqbal membuka tabir adanya pola teror yang sistematis terhadap elemen masyarakat sipil. Greenpeace mencatat, modus operandi serupa juga menimpa suara-suara kritis lainnya dari Aceh.

Musisi bernama Donny mengaku menerima kiriman bangkai ayam, sementara influencer Shery Annavita diteror dengan sekarung telur busuk dan aksi vandalisme pada kendaraannya.

Kesamaan pola ini mengindikasikan bahwa para pengkritik penanganan bencana Sumatera tengah menjadi target operasi ketakutan. “Ada satu kemiripan pola yang kami amati, sehingga kami menilai ini teror yang terjadi sistematis,” ujar Leonard.

​Kendati demikian, Greenpeace Indonesia menegaskan tidak akan mundur selangkah pun. Leonard mengingatkan bahwa kebebasan berbicara adalah hak konstitusional yang tidak boleh dikerdilkan oleh intimidasi premanisme.

“Kritik publik seharusnya tak diperlakukan sebagai ancaman, melainkan ekspresi demokrasi dan pengingat bagi kekuasaan untuk tetap akuntabel. Upaya teror tak akan membuat kami gentar. Greenpeace akan terus bersuara untuk keadilan iklim, HAM, dan demokrasi,” pungkas Leonard. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Polres Purworejo Bongkar Sindikat Curanmor Lintas Provinsi, Puluhan Motor Dijual ke Lampung!
Hakim Langsung Pergi Usai Jatuhkan Vonis 10 Tahun Penjara dan Denda Rp801 M ke Nadiem Makarim, Pengacara Ngamuk! 
Putra Daerah Lampung Rudi Setiawan Resmi Menyandang Pangkat Komjen Polisi
Polisi Ringkus Komplotan Ganjal ATM Lintas Provinsi, Mayoritas Pelaku Asal Tanggamus!
Babak Baru Korupsi MBG! Giliran Kepala BGN Nanik S Deyang Menunggu Panggilan Kejagung
Meski Sudah Dimaafkan PTPN, Kakek Mujiran Tetap Dituntut 3 Bulan Penjara Atas Pencurian Getah Karet
Dugaan Korupsi Dana PI, Kejati Lampung Periksa Eks Direktur PT LEB Anshori Djausal Selama 8 Jam!
Korupsi Honorer Fiktif Rp11 Miliar, Polda Lampung Tetapkan Sekda Lamteng Tersangka!
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:36 WIB

Polres Purworejo Bongkar Sindikat Curanmor Lintas Provinsi, Puluhan Motor Dijual ke Lampung!

Selasa, 30 Juni 2026 - 14:58 WIB

Hakim Langsung Pergi Usai Jatuhkan Vonis 10 Tahun Penjara dan Denda Rp801 M ke Nadiem Makarim, Pengacara Ngamuk! 

Selasa, 30 Juni 2026 - 14:52 WIB

Putra Daerah Lampung Rudi Setiawan Resmi Menyandang Pangkat Komjen Polisi

Sabtu, 27 Juni 2026 - 02:39 WIB

Polisi Ringkus Komplotan Ganjal ATM Lintas Provinsi, Mayoritas Pelaku Asal Tanggamus!

Rabu, 24 Juni 2026 - 01:07 WIB

Babak Baru Korupsi MBG! Giliran Kepala BGN Nanik S Deyang Menunggu Panggilan Kejagung

Berita Terbaru