Caption : ist
Hariannarasi.com, Natar – Ditengah hiruk-pikuk persiapan masyarakat menyambut pergantian tahun, Bank Rakyat Indonesia (BRI) kembali menunjukkan sisi humanisnya.
Melalui Kantor Cabang Tanjung Karang, bank pelat merah ini menerjemahkan komitmen sosialnya bukan sekadar dalam angka, melainkan dalam wujud nyata bantuan pangan bagi warga Kecamatan Natar, Lampung Selatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah nyata ini terangkum dalam program BRI Peduli Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Pada Senin (23/12), suasana hangat menyelimuti prosesi penyerahan bantuan yang dipusatkan di Lembaga Pendidikan Daarul Ma’arif, yang bertindak sebagai jembatan kebaikan bagi masyarakat setempat.
Pemimpin Cabang BRI Tanjung Karang, Hidayat Akbar, turun langsung memastikan amanah perusahaan sampai ke tangan yang tepat. Baginya, kehadiran BRI di tengah masyarakat Natar bukan hanya soal relasi bisnis perbankan, melainkan tentang ikatan emosional dan tanggung jawab moral.
“Kami ingin senantiasa hadir dan memberi manfaat nyata. Melalui bantuan sembako ini, kami berharap beban harian masyarakat dapat sedikit teringan, sekaligus mempererat silaturahmi yang telah terjalin baik selama ini,” ungkap Hidayat dalam sela-sela kegiatan.
Pemilihan Lembaga Pendidikan Daarul Ma’arif sebagai mitra penyalur dipandang sebagai langkah taktis agar bantuan tersebut jatuh ke tangan mereka yang benar-benar membutuhkan.
Pihak lembaga pun memberikan apresiasi tinggi, menyebut aksi korporasi ini sebagai oase bagi warga di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok menjelang akhir tahun.
Secara filosofis, apa yang dilakukan BRI Kanca Tanjung Karang adalah potret dari konsistensi sebuah institusi dalam menjaga keseimbangan antara performa bisnis dan pembangunan sosial.
BRI seolah ingin menegaskan bahwa keberhasilan sebuah bank tidak hanya diukur dari neraca laba-rugi, tetapi juga dari seberapa besar dampak positif yang dirasakan oleh warga di sekitar wilayah operasionalnya.
Aksi ini menjadi catatan penting di penghujung tahun 2025, bahwa kolaborasi antara sektor perbankan dan lembaga sosial mampu menciptakan jaring pengaman bagi masyarakat, sekaligus menjadi fondasi bagi pembangunan sosial yang berkelanjutan di Bumi Ruwa Jurai. (*)






