Gubernur Mirza Dorong Hilirisasi: Saya minta Februari 2026 Ada Launching Beras Way Kanan

- Editor

Jumat, 19 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : ist

Hariannarasi.com, Way Kanan – Ditengah hamparan lumbung pangan Kampung Nuar Maju, Kecamatan Buay Bahuga, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal tidak sekadar melakukan tinjauan fisik infrastruktur, Jumat (19/12). 

Kunjungannya membawa misi strategis yang jauh lebih mendasar, yakni merombak pertanian Lampung dari sekadar budidaya (on-farm) menuju hilirisasi yang bernilai tambah ekonomis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Dalam kunjungan kerja yang meliputi peninjauan fasilitas pengering padi (dryer), BUMDes, dan implementasi Desa Digital tersebut, Gubernur menyoroti sebuah ironi ekonomi yang telah lama membelenggu petani Way Kanan.

Gubernur Mirza memaparkan analisis tajam mengenai kebocoran ekonomi daerah. Fenomena petani Way Kanan yang menjual gabah basah ke luar wilayah, seperti Pringsewu, Metro, hingga Sumatera Selatan, untuk kemudian dibeli kembali oleh masyarakat setempat dalam bentuk beras kemasan, dinilai sebagai inefisiensi rantai pasok yang merugikan.

“Saya telah menghitung, masyarakat Lampung setiap tahun harus mengeluarkan Rp 300 sampai Rp 400 miliar per tahun hanya karena selisih harga ini,” tegas Gubernur.

​Angka ratusan miliar tersebut, menurut Gubernur, sejatinya adalah potensi kesejahteraan petani yang hilang di jalanan distribusi. Oleh karena itu, ia menekankan bahwa transisi dari menjual gabah menjadi menjual beras adalah harga mati untuk kemakmuran petani.

​Sebagai solusi konkret, Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan pembangunan ratusan unit mesin pengering (dryer) di desa-desa sentra padi pada tahun depan. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas harga gabah agar tidak jatuh saat panen raya akibat kadar air yang tinggi.

Namun, visi Gubernur melampaui sekadar alat mesin pertanian. Dihadapan perangkat daerah dan pengelola Rice Milling Unit (RMU) yang telah siap beroperasi, Mirza melempar tantangan sekaligus target spesifik.

“Saya minta bulan Februari 2026 nanti, sudah ada peluncuran ‘Beras Way Kanan’. Pasarkan melalui koperasi, BUMDes, hingga warung-warung lokal. Biarkan masyarakat Way Kanan makan beras dari yang ditanam oleh saudara-saudaranya sendiri di Way Kanan. Itu namanya hilirisasi yang sesungguhnya,” instruksinya.

Sinergi Pusat dan Daerah: Era Baru Ketahanan Pangan

Optimisme Gubernur ini didukung oleh iklim kebijakan nasional yang kondusif. Ia memastikan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, sektor pertanian mendapatkan karpet merah.

Indikatornya jelas, kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk padi dan jagung, serta jaminan suplai pupuk dengan harga subsidi yang didiskon 20 persen.

​Dampak dari kebijakan hulu ini telah terlihat pada data produksi. Produksi padi Lampung tercatat mengalami lonjakan signifikan, naik dari 2,7 juta ton menjadi 3,2 juta ton pada tahun ini.

Untuk menjaga momentum kenaikan produksi tersebut, Pemprov Lampung juga melakukan intervensi langsung melalui program Pupuk Organik Cair gratis.

Program ini ditargetkan mencakup 100 persen desa pada tahun 2026, setelah uji coba lapangan membuktikan adanya peningkatan produktivitas lahan antara 15 hingga 20 persen.

“Yang bisa bertahan hari ini adalah yang mampu beradaptasi dan berkolaborasi. Kita kolaborasi tujuannya cuma satu: bagaimana masyarakat Lampung makmur,” pungkas Gubernur, menutup kunjungannya dengan pesan kuat agar lima tahun ke depan menjadi era keemasan bagi pertanian Way Kanan. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Sempat Viral dan Bikin Heboh, Korban Kasus Pemerasan di Pesawaran Cabut Laporan Polisi
BRI Kanca Teluk Betung Fasilitasi Pembayaran Program Keringanan Pajak Kendaraan 2026
Takut Kena ‘Dor’ Polisi, Buronan Curanmor di Tanggamus Kena Mental dan Pilih Menyerahkan Diri!
Melawan Saat Ditangkap, DPO Curanmor Asal Jabung Tewas Ditembak Polisi
Pemkab Tanggamus Cairkan Rp34,5 Miliar untuk Gaji Ke-13 ASN dan PPPK Mulai Hari Ini
Gubernur Lampung: Kepemimpinan Baru BGN Jadi Momentum Perkuat Program MBG
Nekat Jalan Kaki 5 Jam Kabur dari Ponpes, Alasan Tiga Santri Tanggamus Ini Bikin Geleng Kepala!
Polisi Tetapkan Remaja 17 Tahun Tersangka Kedua Pembunuhan Lamtim, Pancing Korban Via DM Facebook
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 16:51 WIB

Sempat Viral dan Bikin Heboh, Korban Kasus Pemerasan di Pesawaran Cabut Laporan Polisi

Kamis, 4 Juni 2026 - 14:09 WIB

BRI Kanca Teluk Betung Fasilitasi Pembayaran Program Keringanan Pajak Kendaraan 2026

Kamis, 4 Juni 2026 - 08:02 WIB

Takut Kena ‘Dor’ Polisi, Buronan Curanmor di Tanggamus Kena Mental dan Pilih Menyerahkan Diri!

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:34 WIB

Melawan Saat Ditangkap, DPO Curanmor Asal Jabung Tewas Ditembak Polisi

Rabu, 3 Juni 2026 - 11:57 WIB

Pemkab Tanggamus Cairkan Rp34,5 Miliar untuk Gaji Ke-13 ASN dan PPPK Mulai Hari Ini

Berita Terbaru