Caption : Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya dan Rumah Kediamannya.
Hariannarasi.com, Lampung Tengah – Kediaman Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya digeledah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tim ini menyisir bersih kediaman pribadinya.
Lembaga antirasuah itu bergerak senyap namun taktis, sekitar pukul 14.30 WIB, tim yang terdiri dari enam penyidik menyambangi rumah pribadi sang bupati di Kampung Karang Endah, Kecamatan Terbanggibesar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Operasi penggeledahan ini berlangsung cukup lama, memakan waktu sekitar tiga setengah jam, sebelum tim akhirnya meninggalkan lokasi pada pukul 18.00 WIB.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, KPK menyita uang tunai sebesar Rp100 juta. Selain itu, dua buku rekening bank atas nama Ardito Wijaya dan sang istri, serta sejumlah dokumen yang dinilai relevan dengan konstruksi perkara, turut diangkut ke dalam koper penyidik.
Langkah ini mengindikasikan bahwa KPK tengah melakukan pendalaman serius terhadap penyidikan yang sedang berjalan, menelusuri aliran dana hingga ke ranah paling privat.
Situasi di dalam rumah saat penggeledahan berlangsung digambarkan cukup tegang. Seorang kerabat dekat Ardito menuturkan, prosedur ketat diterapkan oleh penyidik. Akses komunikasi diputus total, seluruh telepon genggam penghuni rumah, termasuk milik kerabat tersebut, sempat diamankan sementara oleh petugas.
”Barang-barang memang ada yang dibawa. HP saya pun sempat dipegang mereka, jadi tidak bisa menghubungi siapa-siapa selama proses berlangsung,” ungkap sumber tersebut.
Saat tim penyidik mengobrak-abrik isi rumah pribadinya, Ardito Wijaya diketahui tidak berada di lokasi. Sang bupati dilaporkan berada di rumah dinas, Nuwo Balak. Jadwalnya hari itu memang padat.
Usai menghadiri pengajian bersama Gus Miftah dan acara pelepasan merpati di pagi hari, Ardito bertolak ke Lampung Timur dan baru kembali ke rumah dinas saat azan Magrib berkumandang.
Hingga berita ini diturunkan, kediaman pribadi di Karang Endah tampak gelap dan tertutup rapat. Pagar rumah terkunci, menyisakan kesunyian pasca kedatangan tim dari lembaga anti rasuah tersebut.
Sejauh ini, KPK belum memberikan keterangan resmi mengenai detail konstruksi kasus maupun status hukum lanjutan terkait barang sitaan tersebut. Publik Lampung Tengah kini menahan napas, menanti babak baru dari drama hukum yang menjerat pimpinan daerah mereka. (*)






