Kapal Tongkang Terdampar di Pesisir Barat: Angkut Kayu Berlabel Kemenhut dan PT Minas Pagai Lumber!

- Editor

Selasa, 9 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : ist

Hariannarasi.com, Pesisir Barat – Sebuah insiden di laut Pesisir Barat yang memicu pertanyaan serius terkait penebangan kayu yang diangkut Kapal tongkang bermuatan kayu gelondongan, dilaporkan terdampar di Pantai Tanjung Setia, dan temuan di lokasi menunjukkan adanya kejanggalan pada muatan tersebut. 

Menurut laporan masyarakat, kayu gelondongan yang berserakan dari kapal tongkang itu membawa label yang sangat spesifik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Label berwarna kuning tersebut bukan hanya mencantumkan kode batang (barcode), tetapi juga memuat logo resmi Kementerian Kehutanan Republik Indonesia serta nama perusahaan PT Minas Pagai Lumber. Kehadiran label instansi negara pada muatan yang terdampar ini sontak menarik perhatian publik dan aparat penegak hukum.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, mengonfirmasi bahwa kapal tongkang tersebut telah terdampar selama sekitar satu bulan.

​”Kapal tongkang tersebut awalnya berangkat dari Sumatera Barat pada 2 November 2025,” ujar Kombes Yuni, menjelaskan kronologi awal. Namun, perjalanan logistik itu terhenti tragis ketika kapal kandas pada 6 November 2025.

​Kandasnya kapal ini, menurut Kabid Humas, disebabkan oleh faktor cuaca ekstrem serta adanya lilitan tali pada komponen kapal, yang akhirnya mendorong kapal terdampar di pantai.

Pihak kepolisian telah mengambil langkah cepat dengan memulai proses penyelidikan. Kombes Yuni menegaskan bahwa keterangan telah diambil dari tiga orang Anak Buah Kapal (ABK) guna mendalami asal-usul muatan dan penyebab pasti insiden tersebut.

Sinyal Pengusutan Aktor Utama: Kapolda Turun Tangan
Caption : ist

​Insiden kapal terdampar ini tampaknya terhubung dengan isu penambangan liar atau illegal logging yang sedang disorot di wilayah Pesisir Barat. Keseriusan aparat penegak hukum ditunjukkan dengan turunnya pucuk pimpinan Polda Lampung langsung ke lokasi.

​”Pak Kapolda Lampung sudah turun ke Pesisir Barat dengan menggunakan helikopter,” ungkap Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun.

​Lebih lanjut, Kabid Humas menjelaskan bahwa Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) telah bergerak cepat menanggapi laporan dan video terkait aktivitas pemotongan kayu (sinso) ilegal. Hingga laporan ini diturunkan, empat saksi kunci terkait dugaan illegal logging telah dimintai keterangan.

Empat Saksi yang Diperiksa Meliputi:

  1. Operator (pengguna alat berat/mobil pengangkut).
  2. Pihak Penebang (pelaku langsung di lapangan).
  3. Dua orang dari Pengelola Perusahaan (pihak yang diduga memiliki izin atau terlibat dalam sistem).

Penetapan saksi dari jajaran pengelola perusahaan ini memberikan sinyal kuat bahwa Polisi tidak hanya memburu pelaku kecil di tingkat operasional, tetapi juga tengah mengusut tuntas hingga ke aktor intelektual atau pihak yang diduga memiliki peran sistemik di belakang layar insiden logistik dan dugaan pembalakan liar ini.

Penyelidikan ini diharapkan dapat mengungkap legalitas sesungguhnya dari kayu berlabel Kemenhut yang kini terdampar tersebut. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Laut Surut dan Hiu Merapat ke Daratan, Benarkah Pertanda Bahaya dari Anak Krakatau?
Bersihkan Abu Vulkanik Krakatau, Polisi Semprot Jalanan Bandar Lampung Pakai Water Cannon
Abu Vulkanik Anak Krakatau Landa 20 Kecamatan di Tanggamus, Sekolah Dialihkan Daring
Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau, 16 Penerbangan di Bandara Radin Inten II Dibatalkan
Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Gubernur Lampung Imbau Warga Tenang dan Waspada
Curi Truk di Mesuji, Residivis Lintas Provinsi Diringkus Polisi di OKU Timur
Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Pemprov Lampung Terapkan Sekolah Daring 7–8 September
Warga Tanggamus Tewas Tertemper Kereta Api di Stasiun Labuhan Ratu Bandar Lampung
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 21:17 WIB

Laut Surut dan Hiu Merapat ke Daratan, Benarkah Pertanda Bahaya dari Anak Krakatau?

Minggu, 6 September 2026 - 19:20 WIB

Bersihkan Abu Vulkanik Krakatau, Polisi Semprot Jalanan Bandar Lampung Pakai Water Cannon

Minggu, 6 September 2026 - 19:17 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Landa 20 Kecamatan di Tanggamus, Sekolah Dialihkan Daring

Minggu, 6 September 2026 - 19:15 WIB

Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau, 16 Penerbangan di Bandara Radin Inten II Dibatalkan

Minggu, 6 September 2026 - 19:12 WIB

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Gubernur Lampung Imbau Warga Tenang dan Waspada

Berita Terbaru