Caption : ist
Hariannarasi.com, Aceh, Sumut, Sumbar – Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah memutus akses vital komunikasi seluler dan internet.
Situasi darurat ini sontak memicu lonjakan signifikan permintaan terhadap layanan internet satelit, Starlink.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menanggapi kebutuhan mendesak di lapangan, Starlink, perusahaan penyedia layanan internet milik SpaceX, mengambil kebijakan luar biasa, yakni menggratiskan penuh layanannya bagi seluruh pengguna yang terdampak bencana di Sumatera.
Keputusan ini dikonfirmasi langsung oleh pendiri dan CEO SpaceX, Elon Musk, melalui unggahan di akun resminya di platform X.
Musk menjelaskan bahwa kebijakan menggratiskan layanan Starlink dalam konteks bencana alam adalah standar operasional yang dianut perusahaannya.
Dalam pernyataannya yang lugas, Musk menegaskan adanya pertimbangan etis yang melandasi kebijakan tersebut.
”Kami memang menggratiskan Starlink setiap kali terjadi bencana alam di mana pun. Tidak pantas kalau kami mengambil untung dari musibah,” ujar Musk, Sabtu (29/11) dini hari WIB.
Sikap ini bukan hanya respons cepat terhadap krisis, namun juga penegasan posisi SpaceX yang menolak mencari keuntungan finansial dari penderitaan masyarakat.
Penggratisan layanan Starlink diharapkan dapat memastikan jalur komunikasi penting, seperti koordinasi tim penyelamat dan akses informasi bagi korban, tetap terbuka di tengah lumpuhnya infrastruktur konvensional. (*)






