Caption : ist
Hariannarasi.com, Tanggamus – Menghadapi tantangan operasional yang kerap meningkat di penghujung tahun, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kotaagung mengambil langkah antisipatif strategis.
Jajaran Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Binadik dan Giatja) menggelar konsolidasi internal guna menyamakan frekuensi dan ritme kerja, Sabtu (29/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bertempat di Aula Lapas Kotaagung, pertemuan ini bukan sekadar rutinitas administratif biasa. Di bawah komando langsung Kepala Seksi (Kasi) Binadik dan Giatja, Pramuningtyas Wardhana, forum ini menjadi kawah candradimuka untuk mengevaluasi kinerja sekaligus menyusun taktik pelayanan menjelang momen krusial Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Dalam arahannya, Pramuningtyas menekankan bahwa soliditas tim adalah kunci. Ia mengajak seluruh jajarannya untuk menanggalkan ego sektoral dan menyatukan visi demi pelayanan yang lebih efektif.
”Ritme kerja kita harus selaras. Terlebih kita akan menghadapi Nataru, di mana dinamika di dalam Lapas biasanya meningkat. Kesiapan pelayanan pembinaan, kegiatan kerja, hingga administrasi harus dipastikan prima agar Warga Binaan merasa terayomi,” ujar Pramuningtyas dalam suasana rapat yang cair namun sarat substansi.
Diskusi pun bergulir dinamis membahas berbagai isu teknis. Mulai dari mitigasi potensi gangguan keamanan, pemenuhan hak-hak warga binaan jelang hari raya, hingga memastikan program kemandirian (Giatja) tetap berjalan produktif di tengah kesibukan akhir tahun.
Komitmen Pelayanan Prima
Langkah responsif yang diambil Seksi Binadik dan Giatja ini mendapat atensi khusus dari pemegang komando tertinggi di Lapas Kotaagung. Kepala Lapas (Kalapas) Kotaagung, Andi Gunawan, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif tersebut.
Menurut Andi, konsistensi untuk duduk bersama dan mengevaluasi diri adalah cermin dari organisasi yang sehat.
”Ini adalah simbol komitmen yang kuat. Sinergi antarbidang yang diperbarui hari ini bukan hanya untuk internal petugas, tetapi dampak positifnya harus dirasakan langsung oleh Warga Binaan dan organisasi secara keseluruhan,” tegas Andi Gunawan.
Melalui harmonisasi ini, Lapas Kotaagung optimis mampu menutup tahun 2025 dengan catatan kinerja yang gemilang, menghadirkan pembinaan yang tidak hanya menggugurkan kewajiban, tetapi benar-benar menyentuh aspek humanis pemasyarakatan. (*)






