Atasi Keterbatasan APBD Danai Proyek Pembangunan, Pemprov Lampung Terapkan Skema Pembiayaan Kreatif

- Editor

Sabtu, 13 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Lampung, Mulyadi Irsan (kiri).

Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mulai menerapkan strategi pembiayaan kreatif (creative financing) di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk mendanai berbagai proyek pembangunan daerah.

Langkah ini diambil untuk menjaga keberlanjutan pembangunan di tengah tantangan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Lampung, Mulyadi Irsan, menyatakan bahwa opsi pembiayaan alternatif ini menjadi solusi agar capaian kinerja pembangunan tetap optimal.

​Rencana tersebut telah dibahas dalam rapat koordinasi yang melibatkan Gubernur Lampung, Sekretaris Daerah, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb).

“Ketika pemerintah daerah ingin menunjukkan komitmen pembangunan yang berkesinambungan, maka perlu dicermati berbagai alternatif pembiayaan. Salah satunya melalui skema creative financing,” kata Mulyadi.

​Dalam skema pembiayaan baru ini, Pemprov Lampung akan fokus pada beberapa instrumen pendanaan. Pertama, mengoptimalkan investasi daerah. Berdasarkan rekomendasi BI, saat ini Lampung tengah memproses sejumlah investasi strategis, mulai dari sektor energi hingga pengembangan kawasan industri.

​Kedua, pemerintah daerah akan memanfaatkan fasilitas pembiayaan dari Kementerian Keuangan. Hal ini mencakup penggunaan berbagai mission vehicle yang didesain untuk mendukung pendanaan proyek di daerah.

​Ketiga, Pemprov Lampung membuka peluang untuk masuk ke instrumen pasar keuangan. Beberapa opsi yang sedang dipertimbangkan antara lain penerbitan obligasi daerah, sukuk, hingga pemanfaatan perdagangan karbon (carbon trade).

​Mulyadi berharap kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dan pemanfaatan ragam instrumen keuangan ini dapat memperkuat struktur pendanaan daerah.

“Kita harapkan strategi ini bisa memperkuat kelancaran pembangunan di daerah,” pungkasnya. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Lukman Pura Resmi Jabat Direktur RSUDAM, Gadriyanto Abung Pimpin Satpol PP Lampung
Adopsi Sistem Piket ala Jepang, BGN Luncurkan Skema Prasmanan di 60 Dapur MBG
Temukan Praktik Pungutan ‘Fee’ Yayasan ke Mitra SPPG, BGN Janji Rombak Tata Kelola Program MBG
Presiden Prabowo Lantik 26 Anggota Wantimpres, Ada Rocky Gerung Hingga Eks Ketua MK Anwar Usman
Anggaran MBG Capai Rp240,2 Triliun, Subsidi Gas Melon dan BBM Dipangkas Hampir Rp12 Triliun!
Sekda Definitif Tersandung Korupsi, Sulpakar Ditunjuk Jadi Pj Sekda Lampung Tengah
Eks Kapolri Merapat ke Istana, Listyo Sigit Dilantik Jadi Kepala Staf Kepresidenan Gantikan Moeldoko
Presiden Prabowo Lantik Jenderal Suyudi Ario Seto Sebagai Kapolri
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 05:54 WIB

Lukman Pura Resmi Jabat Direktur RSUDAM, Gadriyanto Abung Pimpin Satpol PP Lampung

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:34 WIB

Adopsi Sistem Piket ala Jepang, BGN Luncurkan Skema Prasmanan di 60 Dapur MBG

Minggu, 4 Oktober 2026 - 08:35 WIB

Temukan Praktik Pungutan ‘Fee’ Yayasan ke Mitra SPPG, BGN Janji Rombak Tata Kelola Program MBG

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Presiden Prabowo Lantik 26 Anggota Wantimpres, Ada Rocky Gerung Hingga Eks Ketua MK Anwar Usman

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Anggaran MBG Capai Rp240,2 Triliun, Subsidi Gas Melon dan BBM Dipangkas Hampir Rp12 Triliun!

Berita Terbaru