Poros Baru Sumbagsel: Lampung-Bengkulu Bersatu Wujudkan Lumbung Pangan dan Hilirisasi

- Editor

Kamis, 27 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : ist

Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Dua kekuatan strategis di Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) akhirnya bertaut. Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Gubernur Bengkulu Helmi Hasan resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) di Bandar Lampung, Kamis (27/11). 

Langkah ini bukan sekadar seremonial birokrasi, melainkan penegasan ambisi kedua provinsi untuk menjadi penyangga utama pangan nasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pertemuan yang kental dengan nuansa kekerabatan tersebut, Gubernur Mirza, sapaan akrab Rahmat Mirzani Djausal, menggarisbawahi urgensi transformasi ekonomi.

Ia tidak ingin Lampung dan Bengkulu terjebak sebagai eksportir bahan mentah. Sorotan utamanya tertuju pada komoditas kopi dan sawit.

“Kita memiliki kopi dengan karakter kuat dan mahal, namun nilai tambahnya lari ke luar karena diekspor dalam bentuk green bean. Dengan hilirisasi, potensi ekonomi Rp18-20 triliun bisa kita lipatgandakan menjadi Rp35-40 triliun per tahun,” tegas Mirza.

Visi Mirza jelas yakni Kemandirian Pangan, Hilirisasi, dan Peningkatan Kualitas SDM. Ia menyoroti pentingnya SDM yang berdaya saing dan berintegritas untuk menekan angka pengangguran serta masalah sosial, sembari menargetkan kedua provinsi ini mampu memberi makan provinsi lain di Indonesia.

Di sisi lain, Gubernur Helmi Hasan membawa pendekatan humanis melalui filosofi Mitigasi Langit. Bagi Helmi, pembangunan infrastruktur dan ekonomi tidak boleh mendistorsi kebahagiaan rakyat.

​”Tolong yang di bumi, maka yang di langit akan menolongmu. Pembangunan harus menjamin hak dasar dan kebahagiaan rakyat, bukan menyingkirkan mereka,” ujar Helmi, menekankan bahwa kerja sama ini harus berlandaskan pada prinsip kedermawanan dan keberkahan.

Kesepakatan ini juga mencairkan sekat kaku antar-birokrasi dengan slogan persahabatan “Makan-makan, Jalan-jalan”, sebuah strategi soft diplomacy untuk mendongkrak sektor pariwisata kedua daerah.

Sinergi antara visi teknokratis Mirza dan pendekatan religius-humanis Helmi Hasan ini diharapkan menjadi model baru pembangunan daerah yang inklusif di Indonesia. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ada Apa di Tangerang? 6 Pejabat Pemkab Tanggamus Terbang Kesana? Ini misinya!
Dudung Tegaskan Ulta Levenia Tak Lagi Menjabat Staf Ahli KSP, Pernyataan Soal HAARP Bukan Sikap Resmi
BGN Coret 1.653 Sekolah Internasional dari Program MBG, Fokus Wilayah 3T!
Pemprov Lampung Setujui Pembahasan 12 Raperda Inisiatif DPRD, Soroti Soal Anti LGBT hingga Regulasi Tumpang Tindih
Pendapatan Turun Tapi Belanja Malah Naik, Ada Apa dengan APBD Perubahan Lampung 2026?
Tuai Sorotan! Tenaga Ahli Utama KSP Kaitkan Rentetan Erupsi Gunung Api dengan HAARP
Jurus Efisiensi Menkeu Purbaya, Targetkan Anggaran Program MBG di Bawah Rp200 Triliun!
Cegah Gabah Keluar Daerah, Gubernur Lampung Instruksikan Koperasi Desa Serap Hasil Panen
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 11:46 WIB

Ada Apa di Tangerang? 6 Pejabat Pemkab Tanggamus Terbang Kesana? Ini misinya!

Jumat, 11 September 2026 - 07:47 WIB

BGN Coret 1.653 Sekolah Internasional dari Program MBG, Fokus Wilayah 3T!

Rabu, 9 September 2026 - 17:25 WIB

Pemprov Lampung Setujui Pembahasan 12 Raperda Inisiatif DPRD, Soroti Soal Anti LGBT hingga Regulasi Tumpang Tindih

Selasa, 8 September 2026 - 10:57 WIB

Pendapatan Turun Tapi Belanja Malah Naik, Ada Apa dengan APBD Perubahan Lampung 2026?

Senin, 7 September 2026 - 11:48 WIB

Tuai Sorotan! Tenaga Ahli Utama KSP Kaitkan Rentetan Erupsi Gunung Api dengan HAARP

Berita Terbaru

Bandar Lampung

Usai Gubernur Lampung Gelar Salat Istisqa, Hujan Guyur Bandar Lampung

Jumat, 11 Sep 2026 - 08:09 WIB