Caption : ist
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Di tengah derasnya arus informasi digital yang kerap mengaburkan batas antara fakta dan opini, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Lampung kembali mempertegas komitmennya terhadap profesionalisme pers.
Langkah konkret tersebut diwujudkan melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan XXXVI yang digelar di Balai Hi Solfian Akhmad, Bandar Lampung, Rabu (19/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Acara ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah pembuktian bagi para jurnalis untuk integritas dan kapasitas mereka sebagai pilar keempat demokrasi.
Gubernur Lampung, yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Bani Ispriyanto, dalam pembukaannya menyoroti tantangan berat yang dipikul wartawan hari ini. Menurutnya, UKW adalah instrumen vital untuk mengukur ketajaman, kejelian, dan yang terpenting adalah integritas.
Bani menekankan bahwa di era di mana masyarakat mengonsumsi berita secara instan melalui gawai dan lini masa, pers dituntut untuk tidak sekadar cepat, tetapi juga tepat.
”Peran pers tidak berhenti pada publikasi informasi. Pers adalah penjaga gerbang kredibilitas publik di tengah banjir data dan maraknya disinformasi. Pers menjaga ruang dialog agar tetap sehat, menjaga kritik agar tetap obyektif, dan menjaga fakta agar tetap berdiri tegak,” tegas Bani.
Ia berharap UKW ini melahirkan jurnalis yang tidak hanya lincah secara teknologi dan menguasai literasi digital, tetapi juga memiliki mental yang teruji dalam memegang teguh kode etik jurnalistik.
Lampung: Basis Wartawan Terbesar di Indonesia
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Zulmansyah Sakedang, mengungkapkan sebuah fakta menarik terkait dinamika organisasi. Ia mengonfirmasi bahwa PWI Lampung kini memegang predikat sebagai provinsi dengan jumlah anggota PWI terbesar di Indonesia, menggeser posisi yang sebelumnya dipegang oleh Jawa Barat.
”Semula memang Jawa Barat, tapi setelah diverifikasi ternyata banyak yang tidak memenuhi syarat sebagai anggota. Makanya sekarang memang Lampung yang punya anggota paling besar,” ungkap Zulmansyah.
Terkait pelaksanaan UKW, Zulmansyah menenangkan para peserta yang kerap merasa tegang. Ia mengingatkan bahwa esensi ujian ini hanya menyasar tiga aspek fundamental seorang jurnalis: pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), dan kesadaran (consciousness).
Ketua PWI Lampung, Wirahadikusumah, memberikan perspektif mendalam mengenai arah gerak organisasi ke depan. Dengan jumlah anggota yang kini nyaris menyentuh angka 1.200 orang, Wira sapaan akrabnya menegaskan bahwa fase mengejar kuantitas telah usai. Kini, PWI Lampung berlayar menuju peningkatan kualitas.
”Karenanya, kita sekarang tidak berbicara lagi soal kuantitas, tapi kualitas. Kita melakukan UKW untuk menghasilkan wartawan-wartawan yang berkualitas,” ujarnya.
Wira juga memberikan pandangan filosofis mengenai perbedaan mendasar antara sebuah “pekerjaan” dan “profesi”. Pembeda utamanya terletak pada Kode Etik sebagai standar moral.
“Biasanya wartawan lebih takut melanggar hukum daripada melanggar kode etik. Tapi bagi wartawan profesional, harusnya takut melanggar hukum dan juga takut melanggar kode etik,” pungkas Wira.
Melalui UKW Angkatan XXXVI ini, PWI Lampung mengirimkan pesan kuat bahwa kompetensi adalah harga mati untuk menjaga marwah pers di mata publik. (*)






