Ganja Medis, Solusi Instan Aceh Pasca-Otsus: di Thailand Ganja Dijual Rp30 juta perkilogram!

- Editor

Jumat, 7 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : ist

Hariannarasi.com, Aceh – Sebuah “gebrakan” mengejutkan datang dari Walikota Sabang, Zulkifli Adam. Di hadapan Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Selasa (21/10). 

Pria yang akrab disapa Teungku Agam itu menyodorkan proposal radikal, legalisasi ganja Aceh untuk kepentingan medis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ini bukan sekadar wacana. Teungku Agam melihatnya sebagai solusi ekonomi pragmatis saat keran Dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh resmi ditutup pada 2027.

“Kami tak mau lagi berpikir tentang Dana Otsus, izinkan kami menanam ganja secara legal,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Teungku Agam berargumen, langkah ini adalah kalkulasi bisnis murni. Ia menyoroti potensi ekonomi masif dari tanah Aceh yang subur, merujuk harga di Thailand yang menembus Rp 30 juta per kilogram.

“Ini bukan untuk dikonsumsi secara bebas dan terbuka, namun semata-mata untuk produksi medis. Di Thailand harga per kilogram mencapai Rp 30 juta, kalau di sini dijual dengan harga Rp 15 juta saja saya pikir pasti laku keras,” ujar Zulkifli yang mengenakan seragam dinas tersebut.

Menurutnya, menjual di harga setengahnya saja sudah akan laku keras. Tentu, ia buru-buru memberi catatan tebal. Legalisasi ini dikunci ketat semata-mata untuk produksi medis, bukan untuk konsumsi bebas.

“Tanpa mengurangi rasa hormat, kami mohon bapak pimpinan, tanah kami Aceh ini sangat subur, kami orang Aceh ini juga suka yang instan atau serba cepat. Kami tak mau lagi berpikir tentang Dana Otsus yang akan habis tahun 2027, tapi izinkan kami untuk menanam ganja secara legal Pak. Sekali lagi mohon Pak Pimpinan tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada semuanya,” ujar Walikota Sabang.

Kini, bola panas itu telah dilempar ke Senayan. Usulan “jalan instan” dari Sabang ini menantang Jakarta untuk menimbang ulang regulasi demi masa depan ekonomi Aceh. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

BGN Suspend 6.097 Dapur MBG, Ini Penyebabnya! 
Kabar Jenderal Ditahan di Mako Brimob Makin Liar! Mabes Polri Tak Bantah dan Tak Benarkan
Breaking News: Buntut Penggeledahan Ponpes HQ, Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo dan Tiga Anak Buahnya! 
Penggerebekan Ponpes Putri di Sukoharjo Picu Trauma, DPR Desak Polri Evaluasi Prosedur! 
Div Propam Mabes Polri Dalami SOP Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran, Kapolres Sukoharjo Minta Maaf
Digeledah Jam 3 Pagi Bersenjatakan Laras Panjang, Polres Sukoharjo Kembalikan Barang Hasil Penggeledahan Ponpes
Dari Muhamadiyah hingga DPR RI Desak Kapolda Jateng Dicopot! Buntut Santriwati Usia 10 Tahun Ditodong Senjata Laras Panjang
Digerebek Jam 3 Pagi dan Ditodong Laras Panjang, 12 Santriwati dan 2 Balita Trauma, Polri Akhirnya Buka Suara
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 11:22 WIB

BGN Suspend 6.097 Dapur MBG, Ini Penyebabnya! 

Selasa, 3 November 2026 - 11:16 WIB

Kabar Jenderal Ditahan di Mako Brimob Makin Liar! Mabes Polri Tak Bantah dan Tak Benarkan

Senin, 2 November 2026 - 11:37 WIB

Breaking News: Buntut Penggeledahan Ponpes HQ, Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo dan Tiga Anak Buahnya! 

Senin, 2 November 2026 - 10:08 WIB

Penggerebekan Ponpes Putri di Sukoharjo Picu Trauma, DPR Desak Polri Evaluasi Prosedur! 

Senin, 2 November 2026 - 07:03 WIB

Div Propam Mabes Polri Dalami SOP Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran, Kapolres Sukoharjo Minta Maaf

Berita Terbaru

POLITIK

Presiden Disadap, Istana: Ini Mengarah ke Makar!

Rabu, 4 Nov 2026 - 08:40 WIB