Mirza ‘Buka Kartu’ di Depan Investor: Targetkan Lampung Jadi Pusat Hilirisasi Sumatera

- Editor

Rabu, 5 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : ist

Hariannarasi.com, Jakarta – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal secara terbuka membeberkan keterbatasan fiskal daerahnya demi menggaet investasi swasta.

Dalam ajang Lampung Economic and Investment Forum (LEIF) 2025 di Jakarta, Selasa (4/11), Mirza menegaskan strategi barunya untuk menjadikan Lampung sebagai hub investasi Sumatra. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Di hadapan 58 investor asing, Gubernur yang akrab disapa Mirza ini ‘blak-blakan’ mengakui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Lampung kecil karena tidak memiliki dana bagi hasil (DBH) tambang.

​Ia memaparkan, dari total PDRB Lampung yang mencapai Rp483,8 triliun, kontribusi anggaran pemerintah (APBN, APBD, hingga Dana Desa) hanya 6%, atau sekitar Rp32 triliun.

​”Setengah dari itu pun habis untuk belanja pegawai. Jadi kami memang harus mendorong pertumbuhan lewat sektor usaha,” tegas Mirza.

Keterbatasan anggaran inilah yang menjadi alasan utama Pemprov menggelar ‘karpet merah’ bagi investor. Fokusnya jelas, yakni mendorong hilirisasi lima komoditas unggulan (kelapa, kopi, lada, ubi kayu, dan udang) yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi, namun nilai tambahnya belum optimal.

Mirza menyoroti tantangan produktivitas.

“Pertanian Lampung tumbuh 5%, tapi produktivitasnya masih setengah dari Vietnam. Ini yang sedang kami genjot agar dalam tiga sampai lima tahun bisa dua kali lipat,” ujarnya.

Strategi Pemprov, lanjutnya, adalah “merajut dan mengkapitalisasi” infrastruktur yang sudah ada, seperti jalan tol dan pelabuhan, untuk menarik mitra investasi.

“Kami sadar pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. BUMD dan BUMN pun terbatas,” katanya.

​Forum yang didukung Bank Indonesia dan Kementerian Investasi/BKPM ini memamerkan 11 proyek strategis, mulai dari Bakauheni Harbour City hingga Pembangkit Panas Bumi Gunung Tiga.

​Dukungan dari pusat pun terlihat. Staf Ahli Kementerian Investasi, Imam Soejoedi, dan Kepala BI Lampung, Bimo Epyanto, kompak menyebut Lampung sebagai pilihan tepat untuk investasi pangan dan energi baru terbarukan (EBT).

​Sebagai langkah konkret, forum ini langsung menghasilkan penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara Pemprov Lampung dan PT. Bakrie Power terkait rencana investasi EBT.

Mirza menargetkan, dengan masuknya investasi swasta, Lampung dapat mencapai hilirisasi penuh komoditas unggulannya dalam lima tahun ke depan. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Prabowo Cecar Aparat soal 1.000 Tambang Ilegal: Masak Pejabat TNI-Polri Tidak Tahu?! 
Ketum AJI Tegaskan Jurnalis Bekerja untuk Publik: Jawab Tudingan ‘Londo Ireng’ hingga ‘Kawanan Sirkus’
MV Cape San Juan Bersandar di Pelabuhan Panjang, Bawa Alutsista Super Garuda Shield 2026
527 Siswa Papua Keracunan MBG, Guntur Romli Desak Proses Hukum Pengelola Dapur
Menyusul Surabaya, Mal Kota Kasablanka Jakarta Pasang Pagar Besi Lancip Setinggi 2,5 Meter
Prabowo Targetkan Kereta Api Trans Sumatera dan Kalimantan Dibangun Serentak
Dedi Mulyadi: Mayoritas Jaringan Begal di Jawa Barat Berasal dari Lampung
Dewan Pers Kritik Pernyataan Prabowo soal ‘Londo Ireng’: Presiden Alergi Kritik
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 11:36 WIB

Prabowo Cecar Aparat soal 1.000 Tambang Ilegal: Masak Pejabat TNI-Polri Tidak Tahu?! 

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:54 WIB

Ketum AJI Tegaskan Jurnalis Bekerja untuk Publik: Jawab Tudingan ‘Londo Ireng’ hingga ‘Kawanan Sirkus’

Selasa, 11 Agustus 2026 - 06:55 WIB

MV Cape San Juan Bersandar di Pelabuhan Panjang, Bawa Alutsista Super Garuda Shield 2026

Jumat, 7 Agustus 2026 - 20:21 WIB

527 Siswa Papua Keracunan MBG, Guntur Romli Desak Proses Hukum Pengelola Dapur

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:31 WIB

Menyusul Surabaya, Mal Kota Kasablanka Jakarta Pasang Pagar Besi Lancip Setinggi 2,5 Meter

Berita Terbaru