Mentan Amran Ungkap Kecurangan 212 Merek Beras, Langgar HET hingga Tak Sesuai Mutu!

- Editor

Senin, 7 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : ist (Dok.Proaktifmedia)

Hariannarasi.com, Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman diminta untuk berhati-hati usai membongkar kasus 212 merek beras, dirinya sempat diingatkan oleh seorang petinggi untuk lebih waspada setelah membongkar kasus kecurangan beras yang melibatkan 212 merek. 

Amran menjelaskan, dugaan kecurangan ini berawal dari anomali harga dalam tiga bulan terakhir. Saat itu, harga gabah di tingkat petani justru turun, sementara harga beras di pasaran terus naik. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jujur kami merasakan tekanan luar biasa dulu 5, 6 tahun di Rakortas, Ratas di sidang kabinet. Kami mencoba mengecek karena kesempatan ini langka terjadi karena stok banyak,” kata Amran dalam rapat kerja dengan komisi VI DPR RI, beberapa waktu yang lalu.

Untuk membuktikan dugaan tersebut, Amran bersama Satgas Pangan turun langsung ke lapangan di 10 provinsi. 

Tim memeriksa berbagai jenis beras, mulai dari premium hingga medium, dengan melibatkan 13 laboratorium. 

Hasilnya, sebanyak 85 persen dari 212 merek yang diuji tidak memenuhi ketentuan. Mayoritas beras tersebut dinilai tidak sesuai volume, melanggar harga eceran tertinggi (HET), tidak teregistrasi PSAT, serta tidak memenuhi standar mutu sesuai Permentan No. 31 Tahun 2017.

Setelah temuan ini, Amran mengaku menerima peringatan agar berhati-hati karena persoalan tersebut melibatkan pihak berpengaruh.

“Kami mengerti bahwa dampaknya bahkan kemarin kami ditegur khusus oleh petinggi, kami tidak sebut namanya. Bahwa harus hati-hati dengan itu. Kami katakan kami merugikan negara merugikan rakyat merugikan petani merugikan konsumen. Jadi kami betul-betul persiapkan dengan baik,” jelas Amran. 

Amran menjelaskan jika alasan 212 produk beras tersebut belum diumumkan sepenuhnya ke publik karena akan disampaikan sebagai barang bukti pada saat diumumkan.

Amran menegaskan, bukti yang dikumpulkan sudah sangat lengkap. Dia menyimpan beberapa bukti video dan hasil lab. Ia juga menyebut distribusi beras bermasalah tersebut sudah tersebar di berbagai saluran ritel, bahkan di ritel kecil sekalipun.

“Beredar (hingga ke ritel kecil). Supermarket beredar itu kita ambil sampel-sampel dari sana semua. Dari semua tingkatan kita ambil sampel itu,” katanya. (*) 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ini Profil dan Rekam Jejak Supriyono alias ‘Mas Botok’, Aktivis Pati yang Viral
Kawal RUU Perampasan Aset, Aktivis AMPB Diterima Pimpinan DPR dan Naik ke Balkon Paripurna
Temui Massa Pati, Wakil Ketua DPR Don Dasco Janji Mundur Jika Pengesahan RUU Perampasan Aset Molor
Lampung Resmi Jadi ‘Rumah’ Kapal Induk Pertama Indonesia, Prabowo Dijadwalkan Pimpin Peresmian
Viral Polling Kinerja Presiden di Threads, 85 Persen Netizen Beri Rapor Sangat Buruk!
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin, Pesawat Berhenti Dekat Jalan Raya
Ultimatum Keras Wagub Kalbar ke Prabowo: Jangan Sampai Kami Jadi Papua dan Aceh Berikutnya!
Siap-Siap! BUMN Bakal Bikin Bioskop Sendiri Bernama ‘Sinewara’, Bakal Semurah Apa?
Berita ini 56 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:48 WIB

Ini Profil dan Rekam Jejak Supriyono alias ‘Mas Botok’, Aktivis Pati yang Viral

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:23 WIB

Kawal RUU Perampasan Aset, Aktivis AMPB Diterima Pimpinan DPR dan Naik ke Balkon Paripurna

Kamis, 27 Agustus 2026 - 09:49 WIB

Temui Massa Pati, Wakil Ketua DPR Don Dasco Janji Mundur Jika Pengesahan RUU Perampasan Aset Molor

Selasa, 25 Agustus 2026 - 19:42 WIB

Lampung Resmi Jadi ‘Rumah’ Kapal Induk Pertama Indonesia, Prabowo Dijadwalkan Pimpin Peresmian

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:51 WIB

Viral Polling Kinerja Presiden di Threads, 85 Persen Netizen Beri Rapor Sangat Buruk!

Berita Terbaru

TEKNOLOGI

Ini Rekomendasi 7 HP 5G Terbaik, Termurah dan Terbaru!

Jumat, 28 Agu 2026 - 11:11 WIB