Caption : ist
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Selain mempererat silaturahmi, komunikasi sosial tentunya merupakan hal yang urgent. Hal ini juga merupakan aspek dari menjaga komunikasi dan karakter, yang dimana karakter dan cara komunikasi di setiap wilayah berbeda-beda.
“Tentunya media merupakan sesuatu yang penting, karena merupakan jaring informasi. Tentunya personel kami juga tidak mencukupi secara jumlah, inilah yang menjadi peran dan fungsi dari media untuk menambah informasi,” jelas Dandim 0410 Letkol Roni Hermawan dalam Coffee Morning di Aula Palapa Kodim setempat, Senin (23/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dandim juga menambahkan, jika komunikasi juga merupakan salah satu cara menjaga disintegrasi bangsa, Kota Bandar Lampung juga merupakan wilayah yang strategis, kontribusi kota ini luar biasa karena posisi yang berdekatan dengan ibu kota.
“Dengan adanya komunikasi sosial ini bisa membuat personal kodim dapat fleksibel dalam bertugas di masyarakat. Dalam mempertahankan pertahanan ada 3 komponen, SDM, Komcad dan pendukung,” kata dia.
Sementara, Sony dari perwakilan rekan media menanyakan perihal cara kodim dalam menghadapi atau mencium aroma potensi konflik.
“Karena di masyarakat banyak yang tak tersampaikan secara langsung, sehingga banyak mis komunikasi disana,” ujarnya.
Dandim menanggapi, jika ada beberapa giat yang memang disosialisasikan ke masyarakat dan ada yang memang hanya untuk kebutuhan internal kodim saja. “Untuk ke masyarakat jelas semua program dan permasalahan yang ada intens dilakukan,” jelas Dandim.
Terkait dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) ada beberapa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikerjasamakan dengan beberapa mitra kerja program nasional ini.
“Kita akan mendata mitra dan kebutuhannya, dan juga kita mendata sesuai dengan kebutuhannya. Jadi tidak akan terjadi mis data karena sudah ada pemetaan yang dilakukan. Dan yang bertanggung jawab ada tiga pihak yakni Kepala SPPG, ahli gizi, tim masak dan packing,” ungkap Letkol Roni.
Untuk ketahanan pangan, hampir seluruh wilayah di kota Bandar Lampung sudah dilakukan sosialisasi program ketahanan pangan, ada enam koramil yang telah memaksimalkan realisasi program ini.
“Sudah kita lakukan seperti urban farming, peternakan, dan tentunya kita sesuaikan dan kolaborasi dengan pihak terkait,” pungkasnya. (*)






