Indonesia Masih Butuh 600.000-an Guru, Penuhi Target Hingga 2024

- Editor

Kamis, 25 Mei 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Ratusan Guru Honorer Hadiri Peringatan HUT PGRI dan HGN Ke 77 di Semarang, Jateng. (ist)

Hariannarasi.com, Jakarta – Pendidikan merupakan sektor terpenting dalam membangun sebuah peradaban di suatu negara, bahkan tak sedikit tenaga pendidik yang di gaji besar demi memenuhi kebutuhannya.

Namun, Di Indonesia sendiri hingga kini masih kekurangan tenaga pendidik (Guru). Bahkan kekurangannya tak main-main, sebanyak 600 ribuan guru untuk memenuhi kuota hingga tahun 2024.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan data statistik Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) saat ini ada sekitar 2,9 juta guru yang terdaftar. Semua ini merupakan guru dengan tingkat tenaga pendidik SD, SMP dan SMA.

Dari jumlah itu, di dapat sebanyak 851 ribuan guru berusia 30 – 39 tahun, ini sekitar 29,30 persen dari total jumlah guru yang ada yakni 2,9 juta guru.

Dilanjutkan dengan usia sekitar 50 – 59 tahun sebanyak 793 ribuan atau sekitar 27,3 persen. Dengan adanya jumlah ini, kebutuhan guru sebanyak 600 ribuan guru sangat membantu hingga tahun 2024.

Menurut Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf, Jumlah guru yang ada saat dan berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) hanya 30 persen dari total jumlah yang ada.

Jadi, lanjut Dede, saat ini Komisi X meminta pemerintah untuk membuat kuota atau slot sebanyak 600 ribuan ASN atau PPPK hingga tahun depan.

“Sekarang kan ada PPPK (P3K), jadi bukan hanya ASN saja,” jelas Dede, seperti yang di lansir di laman dpr.go.id

Selama ini, Pemerintah Indonesia tidak membuka lowongan formasi CPNS guru dikarenakan membebani APBN, belanja pegawai sudah mencapai 60 sampai 70 persen.

“Saat ini belanja pegawai lebih dari setengah APBN, begitu juga yang terjadi di daerah. Hanya sekitar 40 persen untuk belanja pembangunan, pemerintah harus ada skala prioritas,” jelas Dede. (red)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Era AI Makin Masif! Ini Pesan Menohok Wagub Jihan untuk Mahasiswa Baru STKIP PGRI Bandar Lampung
Libatkan 210 Guru, Disdikbud Lampung Luncurkan Program ‘Double Teaching’ di 17 SMA Negeri 
Mahasiswa Unila Gelar Aksi Unjuk Rasa di Rektorat, Layangkan Enam Tuntutan Tata Kelola Kampus
Rombak Besar-besaran! 98 Kepsek SMA/SMK/SLB se-Lampung Diganti, Berikut Daftar Namanya!
Diduga Berbeda dari Alumni Lain, Rektor UGM Buka Suara Soal Detail Ijazah S1 Jokowi
Waspada Erupsi Susulan Anak Krakatau, Pemprov Lampung Mendadak Batalkan Sekolah Tatap Muka
Bursa Rektor Unila Memanas, 6 Nama Ini Siap Bertarung!
Mahasiswa Baru Diduga Jadi Korban Kekerasan, Pelaksanaan PBAK UIN RIL Banjir Kecaman
Berita ini 108 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 20:03 WIB

Era AI Makin Masif! Ini Pesan Menohok Wagub Jihan untuk Mahasiswa Baru STKIP PGRI Bandar Lampung

Kamis, 24 September 2026 - 11:41 WIB

Libatkan 210 Guru, Disdikbud Lampung Luncurkan Program ‘Double Teaching’ di 17 SMA Negeri 

Senin, 14 September 2026 - 20:00 WIB

Mahasiswa Unila Gelar Aksi Unjuk Rasa di Rektorat, Layangkan Enam Tuntutan Tata Kelola Kampus

Jumat, 11 September 2026 - 13:55 WIB

Rombak Besar-besaran! 98 Kepsek SMA/SMK/SLB se-Lampung Diganti, Berikut Daftar Namanya!

Rabu, 9 September 2026 - 05:56 WIB

Diduga Berbeda dari Alumni Lain, Rektor UGM Buka Suara Soal Detail Ijazah S1 Jokowi

Berita Terbaru