Caption : ist
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandar Lampung melaporkan total temuan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah setempat mencapai 417 kasus sepanjang tahun 2025. Data ini menjadi dasar evaluasi pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan pada siklus cuaca tahun 2026.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung Muhtadi Arsyad Tumenggung, menyampaikan bahwa persebaran kasus tersebut terjadi hampir merata di seluruh kecamatan, dengan konsentrasi tertinggi ditemukan pada wilayah padat penduduk.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski jumlah kasus mencapai angka ratusan, pihak dinas mengklaim telah melakukan berbagai upaya mitigasi untuk menekan angka kematian.
“Berdasarkan data kumulatif selama satu tahun penuh di 2025, kami mencatat ada 417 kasus DBD. Kami terus memantau tren ini, terutama saat memasuki musim penghujan yang sangat rawan terhadap perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti,” ujar Muhtadi.
Dinkes menjelaskan bahwa penanganan DBD sepanjang tahun lalu difokuskan pada penguatan tindakan preventif di tingkat lingkungan. Upaya fogging atau pengasapan dilakukan secara selektif pada wilayah yang ditemukan adanya kasus positif berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi.
Selain tindakan medis, pemerintah kota kembali mengimbau masyarakat untuk secara mandiri melakukan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan pola 3M Plus (Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang barang bekas).
”Langkah paling efektif tetap pada kebersihan lingkungan. Kami meminta warga tidak hanya mengandalkan fogging, karena PSN jauh lebih berdampak pada pemutusan mata rantai jentik nyamuk,” tambahnya.
Memasuki awal tahun 2026, Dinas Kesehatan telah menginstruksikan seluruh Puskesmas di Bandar Lampung untuk meningkatkan sosialisasi dan kesiapsiagaan pelayanan guna mengantisipasi kemungkinan lonjakan kasus di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu. (*)






