Caption : ist
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Kodam XXI/Radin Inten resmi meluncurkan aplikasi Centurion-21 dan sistem pelaporan “Lapor Pangdam” guna memperkuat ketahanan wilayah berbasis data.
Peluncuran tersebut dilakukan bersamaan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan sejumlah perguruan tinggi dan instansi terkait di Ballroom Hotel Emersia, Bandar Lampung, Kamis (29/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pangdam XXI/RI Mayjen TNI Kristomei Sianturi menyatakan bahwa Centurion-21 merupakan instrumen digital untuk mendukung pengambilan keputusan yang akurat dan antisipatif. Aplikasi ini menjadi bagian dari program besar bertajuk “Panca Radin Inten”.
”Centurion-21 bukan sekadar aplikasi, melainkan fondasi data terintegrasi. Dalam waktu 46 hari, sistem ini telah berhasil mengumpulkan 15.598 data survei lapangan dari 3.300 desa di Lampung dan Bengkulu,” ujar Mayjen Kristomei dalam sambutannya.
Data tersebut mencakup berbagai sektor strategis, di antaranya sektor pertanian dengan luas lahan padi mencapai 1,44 juta hektar, serta sektor peternakan dan perikanan yang mencatatkan populasi 12,7 juta ekor ayam pedaging dan 20,77 juta ekor lele.
Aplikasi ini mendukung lima pilar Program Panca Radin Inten, yakni:
- Lumbung Radin Inten Digital (Ketahanan pangan berbasis data).
- Jalan Juang Radin Inten Terhubung (Konektivitas wilayah).
- Generasi Emas Radin Inten Cerdas (Peningkatan SDM).
- Benteng Lestari Radin Inten Responsif (Lingkungan dan bencana).
- Radin Inten Maju Bersama (Kolaborasi pemangku kepentingan).
Dalam acara tersebut, Kodam XXI/RI juga menandatangani PKS dengan enam perguruan tinggi, termasuk Universitas Lampung (Unila), ITERA, dan UIN Raden Intan, serta Indonesia Indicator dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung. Kerja sama ini difokuskan pada penguatan SDM dan dukungan terhadap Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Provinsi Lampung, Ahmad Saefuloh, yang mewakili Gubernur Lampung, mengapresiasi inovasi ini sebagai terobosan dalam tata kelola wilayah.
Senada dengan itu, Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani menilai kolaborasi ini strategis dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan serta pembangunan karakter bela negara.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap implementasi teknologi, Pangdam XXI/RI memberikan penghargaan kepada Kodim 0410/KBL sebagai unit terbaik dalam pemetaan drone. Penghargaan diterima langsung oleh Dandim 0410/KBL Kolonel Arm Roni Hemawan beserta operator drone Serma Edi Christianto.
Acara yang dihadiri oleh jajaran Forkopimda Lampung dan Bengkulu ini diharapkan menjadi titik awal sinergi lintas sektor demi menjaga stabilitas dan mempercepat pembangunan ekonomi di tingkat desa. (*)






