Caption : ist
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Institut Teknologi Sumatera (ITERA) resmi menabuh genderang suksesi kepemimpinan. Institusi teknologi kebanggaan masyarakat Sumatera ini mulai menggulirkan tahapan Pemilihan Rektor (Pilrek) periode 2026–2030, sebuah momentum krusial yang diproyeksikan bukan sekadar pergantian wajah, melainkan penguatan fondasi integritas akademik.
Tahun ini, Senat ITERA mengusung jargon filosofis bertajuk “Rektor BIJAK”. Sebuah narasi kepemimpinan yang menitikberatkan pada lima pilar utama: Berani, Integritas, Jujur, Amanah, dan Kreatif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Senat ITERA, Sunarsih, dalam keterangannya menegaskan bahwa tantangan perguruan tinggi ke depan menuntut profil pemimpin yang komplet. Menurutnya, ITERA tidak lagi sekadar membutuhkan seorang akademisi murni, melainkan sosok yang mampu mengawinkan kecerdasan intelektual dengan ketangkasan manajerial.
“Nakhoda ITERA mendatang tidak hanya diukur dari kedalaman sumbangsih akademiknya di hadapan sivitas akademika, tetapi juga harus memiliki kapasitas manajerial yang tangguh dalam mengelola institusi sebesar ini,” ujar Sunarsih.
Baginya, tema “BIJAK” bukan sekadar akronim pemanis administratif. Integritas dan kejujuran diletakkan sebagai kasta tertinggi dalam seleksi kali ini. “Kejujuran adalah fondasi absolut. Tanpa itu, kepemimpinan akan kehilangan marwahnya sebagai teladan bagi insan terdidik,” tambahnya.
Sadar akan sensitivitas proses suksesi, pihak Senat memastikan seluruh gerak langkah pemilihan berjalan di atas rel regulasi yang ketat. Sunarsih menjamin bahwa setiap tahapan telah diselaraskan dengan aturan main pusat, mulai dari Peraturan Menteri Ristekdikti hingga Peraturan Senat ITERA Nomor 3 Tahun 2026.
“Kami tidak ingin ada celah hukum. Konsultasi intensif dengan biro hukum terus dilakukan guna memastikan mekanisme pemilihan bersifat sahih, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik,” tegasnya.
Empat Fase Penentuan
Di sisi teknis, Ketua Panitia Pemilihan Rektor ITERA, Abdul Razak, menguraikan bahwa proses pencarian pemimpin ini akan melewati empat fase penyaringan yang ketat:
- Penjaringan, Tahap awal untuk menjaring aspirasi dan kandidat potensial.
- Penyaringan, Fase krusial untuk mengerucutkan nama-nama terbaik.
- Pemilihan, Momentum penentuan suara di tingkat Senat dan Kementerian.
- Penetapan dan Pelantikan, Puncak dari prosesi suksesi.
Kini, mata publik akademik di Sumatera tertuju pada kampus yang terletak di Jalan Terusan Ryacudu ini. Siapakah sosok yang mampu mengejawantahkan nilai “BIJAK” dan membawa ITERA bersaing di kancah global? Waktu yang akan menjawab. (*)






