Caption : ist
Hariannarasi.com, Pesawaran – Sebuah catatan bersejarah terukir di awal tahun 2026. Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras.
Pencapaian ini tergolong fenomenal lantaran diraih hanya dalam kurun waktu satu tahun, melampaui target awal yang dipatok pemerintah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Presiden menegaskan bahwa kedaulatan pangan adalah harga mati bagi kemerdekaan yang utuh.
“Tidak mungkin sebuah bangsa benar-benar merdeka jika urusan perut rakyatnya masih bergantung pada belas kasihan negara lain,” ujar Presiden saat memberikan arahan dalam kegiatan Panen Raya yang disaksikan secara virtual oleh jajaran pemerintah daerah di seluruh Indonesia, Rabu (7/1).
Di Kabupaten Pesawaran, pengumuman ini disambut antusias oleh Bupati Hj. Nanda Indira bersama Wakil Bupati Antonius Muhammad Ali di Kantor PDAM Desa Kutoarjo.
Momentum ini terasa istimewa karena turut dihadiri Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Wakil Gubernur Jihan Nurlela, serta rombongan studi banding dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang dipimpin langsung oleh Gubernur Ahmad Luthfi.
Bupati Nanda Indira menyatakan bahwa keberhasilan nasional ini menjadi pelecut semangat bagi daerah.
Ia berkomitmen menjadikan Pesawaran sebagai motor penggerak ketahanan pangan di tingkat lokal melalui intensifikasi lahan dan penguatan kesejahteraan petani.
Data di Balik Keberhasilan
Menteri Pertanian Amran Sulaiman dalam laporannya membedah angka di balik klaim swasembada ini:
- Produksi Nasional: Menembus angka 34 juta ton sepanjang 2025.
- Cadangan Beras: Stok di gudang Bulog saat ini berada di level aman 3,2 juta ton, bahkan sempat menyentuh 4 juta ton.
- Efektivitas Penyerapan: Perum Bulog dinilai sukses menjaga harga di tingkat petani sekaligus menstabilkan pasokan pasar.
Lampung sebagai Penopang Utama
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, melaporkan tren positif di wilayahnya. Produksi padi Lampung melonjak 15% dari 2,7 juta ton menjadi 3 juta ton pada tahun lalu.
”Kami tidak berhenti di sini. Tahun 2026, kami targetkan kenaikan produksi 15-20% lagi melalui masifnya penggunaan pupuk organik cair yang diprediksi meningkatkan produktivitas hingga 10%,” tegas Gubernur yang akrab disapa Kyay Mirza tersebut.
Langkah strategis lainnya adalah memperkuat kolaborasi lintas provinsi, yang ditandai dengan jalinan kerja sama sektor pertanian antara Lampung dan Jawa Tengah.
Sinergi antar daerah ini diharapkan menjadi benteng kokoh dalam menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional di masa depan. (*)






