Caption : ist
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Transformasi digital pelayanan publik di Provinsi Lampung menghadapi tantangan internal. Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Dr. H. Marindo Kurniawan, S.T., M.M., melontarkan peringatan keras kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar lebih giat dan optimal dalam menyukseskan Aplikasi Lampung-In.
Peringatan tersebut disampaikan Marindo saat memimpin rapat evaluasi Aplikasi Lampung-In bersama Tim Jakarta Smart City (JSC) di ruang kerjanya, Kamis (4/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pertemuan yang dihadiri Diskominfotik, Bappeda, dan BPKAD Lampung, serta Tim JSC secara virtual, menjadi forum peninjauan ulang terhadap laju digitalisasi pelayanan yang dinilai belum mencapai titik maksimal.
Marindo menegaskan bahwa Lampung-In merupakan program unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur, hasil adopsi platform JAKI dari DKI Jakarta. Meski aplikasi telah berjalan delapan bulan dan menjaring 39 ribu pengguna, Sekdaprov menyoroti kurang optimalnya sosialisasi dan realisasi program di lapangan.
”Lampung-In harus menjadi kebutuhan masyarakat. Mulai dari pengaduan, informasi publik, bahkan sampai harga pasar komoditas. Seluruh OPD harus bekerja maksimal,” tegas Marindo, menekankan pentingnya kesiapan kelembagaan Diskominfotik sebagai pengelola aplikasi pasca transisi dari Bappeda.
Dorongan dari Jakarta Smart City
Dari sisi mitra strategis, Tim JSC, yang dipimpin P. Ariadi Limbong, mengapresiasi capaian Lampung-In yang telah mengintegrasikan lebih dari 15 layanan SPBE OPD. Namun, Ketua PMO JSC, Mahir, mewanti-wanti Pemprov Lampung agar tidak terjebak dalam zona nyaman.
”Ini membawa marwah Pemprov Lampung. Tahun 2026 harus ada strategi baru agar Lampung-In tetap dinamis, tidak stagnan,” ujar Mahir.
Untuk menghindari kemandegan, Tim JSC merekomendasikan sejumlah pengembangan krusial, termasuk integrasi NIK untuk validasi pengguna, fitur privasi pengaduan, penguatan dashboard analitik, serta integrasi sistem hingga tingkat kabupaten/kota.
Ariadi Limbong menambahkan bahwa keberhasilan platform digital seperti JAKI ditopang oleh ekosistem kerja yang inovatif dan dorongan kuat dari kepemimpinan daerah.
Menutup evaluasi, Sekdaprov Marindo menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen penuh mengawal pengembangan platform ini, memastikan Lampung-In benar-benar menjadi platform digital yang transformatif dan bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat. (*)






