Carut-Marut Data ‘Hantu’ Dinkes Tanggamus : 244 Warga Meninggal, BPJS Tetap Dibayar!

- Editor

Jumat, 21 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : ist

Hariannarasi.com, Tanggamus – Ironi birokrasi kembali terkuak di Kabupaten Tanggamus. Di tengah keterbatasan anggaran daerah, dana puluhan juta rupiah justru terindikasi menguap sia-sia akibat sengkarut data kependudukan dan jaminan kesehatan. 

Temuan terbaru Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Lampung sangat mengejutkan, pasalnya, ratusan warga yang telah meninggal dunia masih tercatat aktif sebagai penerima bantuan iuran BPJS Kesehatan sepanjang tahun 2024.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Berdasarkan dokumen hasil uji petik yang diperoleh, ketidaksinkronan data antara BPJS Kesehatan dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) menjadi biang keladinya. Dari sampel 23.316 jiwa peserta PBPU dan BP Pemda Kelas III, terdapat anomali data pada 244 jiwa.

Fakta mirisnya, 244 jiwa tersebut terkonfirmasi telah meninggal dunia pada tahun 2024, namun pemda melalui APBD masih terus membayarkan iuran bulanan mereka.

Angka kerugian ini bukan sekadar remah-remah. Dalam tabel perhitungan Lebih Bayar, terlihat jelas bagaimana efek bola salju dari kelalaian administrasi ini. Akumulasi peserta meninggal terus bertambah dari bulan ke bulan tanpa adanya cut-off (penghentian) sistem yang memadai.

Mulai dari Januari 2024 hingga Desember 2024, iuran sebesar Rp 37.800 per kepala (kombinasi PBPU Rp 35.000 dan BP Pemda Rp 2.800) terus digelontorkan. Total jenderal potensi kelebihan bayar mencapai angka Rp 63.806.400,-

Publik patut bertanya, bagaimana mungkin uang rakyat terus mengalir untuk membiayai iuran “hantu”?

Lempar Tanggung Jawab dan Lemahnya Integrasi

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tanggamus tampaknya berada dalam posisi defensif. Mereka mengaku belum dapat memverifikasi pembayaran atas 244 jiwa tersebut dengan alasan klasik, yakni data perincian iuran dari BPJS tidak dapat diperoleh.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinas kesehatan Tanggamus Nasrullah berdalih, bahwa data kematian penduduk hanya masuk jika dilaporkan petugas rumah sakit atau puskesmas via aplikasi Saluran Informasi dan Penanganan Pengaduan (SIPP).

“Justru ini yang jadi masalah, banyak masyarakat tidak mau melaporkan kerabatnya yang meninggal dunia ke Dinas terkait seperti Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, mungkin karena takut bantuan dari pemerintah lainnya seperti PKH dan Bansos terhenti,” jelas Nasrullah saat ditemui, Rabu (19/11).

Argumentasi ini justru menelanjangi borok yang lebih besar, lemahnya integrasi data lintas sektoral dan sistem pelaporan kematian yang pasif serta tidak terkoneksi secara real-time antar-instansi. Kesimpulannya, membuat pemerintah daerah buta data.

Koordinasi antara Pemkab dan BPJS Kesehatan setempat dalam pemutakhiran data kepesertaan dinilai tak optimal, berisiko membuat penyaluran bantuan sosial menjadi tidak tepat sasaran.

Kondisi amburadul ini secara tegas dinilai tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 78/PMK.02/2020 sebagaimana diubah dengan PMK Nomor 51 Tahun 2024 tentang Pelaksanaan Pembayaran Kontribusi Iuran Peserta PBI.

Regulasi tersebut mengamanatkan bahwa bantuan iuran hanya diberikan kepada peserta dengan status aktif dan hidup.

BPK Perwakilan Provinsi Lampung dalam kesimpulannya menyoroti bahwa permasalahan ini mengakibatkan potensi lebih bayar bantuan iuran jaminan kesehatan bagi peserta PBPU dan BP Kelas 3 Pemerintah Kabupaten Tanggamus. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Terobos Perlintasan Tak Resmi di Natar, Pengendara Motor Tewas Tertabrak Kereta
Gerebek Kos-kosan Kasus Pemerkosaan di Lampung Timur, Polisi Malah Temukan Alat Isap Sabu
Iming-iming Uang Rp50 Ribu, Pemuda di Mesuji Ini Setubuhi Anak di Bawah Umur 20 Kali
Berawal dari Medsos, Dua Pemuda Ditetapkan Tersangka Tawuran Berdarah di Bandar Lampung
IJTI dan AJI Lampung Kecam Ancaman Senjata Api Terhadap Wartawan di Tulang Bawang
Avanza Masuk Rawa di Kotabumi, Polisi Temukan Timbangan Digital dan Diduga Sabu
Proyek Trotoar Rp22,77 Miliar Ambrol, DPRD Bandarlampung Panggil Dirut PT Asmi Hidayat yang Pilih Bungkam
Beri Makan Ratusan Ribu Warga, 26 Dapur MBG di Tanggamus Ternyata Belum Kantongi SLHS!
Berita ini 93 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 12:08 WIB

Terobos Perlintasan Tak Resmi di Natar, Pengendara Motor Tewas Tertabrak Kereta

Jumat, 4 September 2026 - 11:58 WIB

Gerebek Kos-kosan Kasus Pemerkosaan di Lampung Timur, Polisi Malah Temukan Alat Isap Sabu

Jumat, 4 September 2026 - 11:08 WIB

Iming-iming Uang Rp50 Ribu, Pemuda di Mesuji Ini Setubuhi Anak di Bawah Umur 20 Kali

Jumat, 4 September 2026 - 11:03 WIB

Berawal dari Medsos, Dua Pemuda Ditetapkan Tersangka Tawuran Berdarah di Bandar Lampung

Jumat, 4 September 2026 - 10:52 WIB

Avanza Masuk Rawa di Kotabumi, Polisi Temukan Timbangan Digital dan Diduga Sabu

Berita Terbaru