Caption : Ist
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengda Lampung dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung mengecam keras dugaan pengancaman menggunakan senjata api terhadap sejumlah wartawan di Kabupaten Tulang Bawang.
Kedua organisasi profesi jurnalis ini mendesak aparat kepolisian untuk mengusut kasus tersebut secara profesional, transparan, dan tuntas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kecaman ini dilontarkan menyusul teror yang dialami lima orang jurnalis pada Selasa (1/9) malam.
Kasus ini telah resmi dilaporkan ke Polres Tulang Bawang oleh salah satu korban, Akifullah (jurnalis Garuda TV), dengan nomor registrasi LP/B/255/IX/2026/SPKT/POLRES TULANG BAWANG/POLDA LAMPUNG pada Rabu (2/9) pukul 01.25 WIB.
Berdasarkan laporan kepolisian, insiden bermula saat Akifullah bersama empat rekannya, Triono (Garuda TV), Abdi (Detik Investasi), serta Muharol dan Hendra, tengah melakukan perjalanan dan berhenti di sebuah minimarket di kawasan Gudang Areng, Kecamatan Penawar Tama, sekitar pukul 19.00 WIB.
Saat melanjutkan perjalanan menuju Unit 2, Banjar Agung, rombongan wartawan ini dibuntuti dan dikejar oleh sebuah mobil Toyota Hilux berwarna hitam.
Kendaraan tersebut diketahui dikemudikan oleh pria berinisial A dengan membawa penumpang berinisial S.
Puncak ketegangan terjadi di wilayah Agung Dalem, Kecamatan Banjar Margo, sekitar pukul 19.30 WIB, saat kendaraan pelaku memepet dan mengancam rombongan jurnalis.
“Terlapor S turun dari mobil dan meminta kami turun dengan membawa benda diduga senjata api. Sempat terdengar suara letusan,” ungkap Akifullah dalam keterangan resminya.
Merasa nyawanya terancam, rombongan wartawan langsung memacu kendaraan untuk menyelamatkan diri.
Aksi pengejaran oleh pelaku tersebut dilaporkan terus berlangsung hingga kawasan Simpang Penawar, Kecamatan Banjar Margo, sebelum akhirnya para korban berhasil lolos dan melapor ke pihak berwajib. (*)






