Foto : Ratusan Guru Honorer Hadiri Peringatan HUT PGRI dan HGN Ke 77 di Semarang, Jateng. (ist)
Hariannarasi.com, Jakarta – Pendidikan merupakan sektor terpenting dalam membangun sebuah peradaban di suatu negara, bahkan tak sedikit tenaga pendidik yang di gaji besar demi memenuhi kebutuhannya.
Namun, Di Indonesia sendiri hingga kini masih kekurangan tenaga pendidik (Guru). Bahkan kekurangannya tak main-main, sebanyak 600 ribuan guru untuk memenuhi kuota hingga tahun 2024.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan data statistik Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) saat ini ada sekitar 2,9 juta guru yang terdaftar. Semua ini merupakan guru dengan tingkat tenaga pendidik SD, SMP dan SMA.
Dari jumlah itu, di dapat sebanyak 851 ribuan guru berusia 30 – 39 tahun, ini sekitar 29,30 persen dari total jumlah guru yang ada yakni 2,9 juta guru.
Dilanjutkan dengan usia sekitar 50 – 59 tahun sebanyak 793 ribuan atau sekitar 27,3 persen. Dengan adanya jumlah ini, kebutuhan guru sebanyak 600 ribuan guru sangat membantu hingga tahun 2024.
Menurut Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf, Jumlah guru yang ada saat dan berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) hanya 30 persen dari total jumlah yang ada.
Jadi, lanjut Dede, saat ini Komisi X meminta pemerintah untuk membuat kuota atau slot sebanyak 600 ribuan ASN atau PPPK hingga tahun depan.
“Sekarang kan ada PPPK (P3K), jadi bukan hanya ASN saja,” jelas Dede, seperti yang di lansir di laman dpr.go.id
Selama ini, Pemerintah Indonesia tidak membuka lowongan formasi CPNS guru dikarenakan membebani APBN, belanja pegawai sudah mencapai 60 sampai 70 persen.
“Saat ini belanja pegawai lebih dari setengah APBN, begitu juga yang terjadi di daerah. Hanya sekitar 40 persen untuk belanja pembangunan, pemerintah harus ada skala prioritas,” jelas Dede. (red)






