Caption : Ist
Hariannarasi.com, Lampung Barat – Aksi penipuan oleh sindikat yang mengaku sebagai wartawan kian marak terjadi di Kabupaten Lampung Barat.
Para pelaku diketahui menyasar para kepala desa (peratin), kepala sekolah, hingga aparatur pemerintahan daerah setempat untuk menguras keuntungan materi dengan modus kerja sama publikasi media.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan penelusuran tim investigasi, sindikat ini beroperasi secara intensif di lima wilayah kecamatan, yakni Way Tenong, Air Hitam, Gedung Surian, Kebun Tebu, dan Sumber Jaya.
Dalam melancarkan aksinya, komplotan ini memanfaatkan aplikasi pesan WhatsApp menggunakan banyak nomor telepon yang berbeda-beda.
Modus utama mereka adalah meminta alokasi anggaran kerja sama publikasi dengan mencatut nama organisasi profesi jurnalis tertentu.
”Sindikat ini bahkan tidak segan memalsukan identitas mereka menjadi pihak lain, atau mengaku sebagai jurnalis dari media massa yang sudah memiliki hubungan kemitraan dengan target. Tujuannya murni untuk mengelabui korban hingga lengah,” ungkap Koordinator Tim Investigasi, Ropda Wita dalam laporannya.
Dari hasil penelusuran lebih lanjut, tim investigasi telah berhasil mengantongi identitas dua oknum yang diduga kuat sebagai pelaku utama dalam sindikat penipuan tersebut, yakni pria berinisial HY dan Jd.
Keduanya diketahui kerap berganti peran dan mengaku-ngaku sebagai juru warta dari berbagai media untuk memperdaya para pejabat di tingkat desa maupun kecamatan.
Menyikapi temuan ini, seluruh unsur pemerintahan di Kabupaten Lampung Barat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.
Ia menyarankan agar para pejabat maupun masyarakat selalu melakukan konfirmasi dan klarifikasi secara berlapis sebelum menyetujui pencairan dana atau kesepakatan kerja sama.
“Mengingat profesi wartawan bersifat terbuka dan rentan disalahgunakan oleh oknum tak bertanggung jawab, pengecekan identitas resmi serta legalitas media menjadi langkah wajib guna mencegah terjadinya kerugian materil maupun non-materil di kemudian hari,” pungkasnya. (*)






