Caption : ist (The Capital Post)
Harianarasi.com, Tanggamus – Bak sinetron dan seperti tak ada habisnya, konflik antara kawanan gajah liar dan manusia di Blok 4, Pekon Gunung Doh, Kecamatan Bandar Negeri Semuong (BNS) membutuhkan penanganan yang serius dan komprehensif.
Pasalnya, kejadian berulang ini seperti bom waktu. Konflik ini tak ayal banyak memakan korban jiwa, baik kawanan gajah maupun manusia yang tewas mengenaskan diserang dan diinjak gajah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sekretaris Daerah (Sekda) Tanggamus Suadi mengatakan, dirinya akan segera menggelar rapat terbatas (Ratas) untuk membahas penanganan peristiwa naas tersebut.
“Iya, kami sedang berkoordinasi untuk upaya penanganan. Rapat pembahasan akan diadakan hari ini bersama Kapolres dan pihak terkait,” jelas Pj Sekdakab Tanggamus Suaidi, Kamis (2/1).
Suaidi juga menambahkan, pihak aparat khususnya TNI dan TNBBS telah berupaya melakukan penggiringan gajah melalui tim 18 tersebut untuk memasuki kawasan TNBBS kembali.
“Yang jelas sudah menggiring pasukan 18 tersebut supaya ke habitatnya,” katanya.
Selain membahas strategi penanganan, Suadi memastikan bahwa Pemkab Tanggamus akan berupaya menyalurkan bantuan logistik kepada tim pengamanan di lokasi.
“Kami memahami kekurangan logistik di lapangan, untuk kekurangan logistik nanti dari Pemda kami upayakan mendukung logistik tersebut,” ucapnya.
Gajah liar diketahui menyerang dan merusak rumah warga, memaksa masyarakat sekitar untuk siaga. Babinsa Kopda Sujianto bersama warga telah berjaga sejak awal pekan untuk mengantisipasi serangan lanjutan. Pergerakan kelompok gajah terus memantau menggunakan teknologi GPS Collar.
Pemkab Tanggamus akan mencari solusi jangka panjang terkait konflik manusia dan satwa liar. Selain penanganan darurat, diperlukan upaya preventif untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Masyarakat dihimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari petugas lapangan. Bantuan logistik diharapkan mampu mendukung upaya pengamanan hingga situasi benar-benar nyaman.
Sebelumnya diberitakan, Babinsa Kopda Sujianto bersama tim pengamanan dan warga di Blok 4 Pekon Gunung Doh menghadapi tantangan besar dalam mengantisipasi serangan gajah pembohong.
Dengan fokus utama pada keselamatan warga, tim telah berjaga sejak Senin untuk memantau pergerakan kelompok gajah yang terpantau melalui GPS Collar.
Tim saat ini mengutamakan keselamatan warga dan berupaya meminimalkan dampak pergerakan gajah ini. Namun, Kopda Sujianto juga mengungkapkan adanya kendala besar, yakni kurangnya logistik bagi tim pengamanan dan warga yang terlibat.
Kopda Sujianto menyebut, pada Kamis pagi, 2 Januari 2025, kelompok gajah liar terdeteksi berada pada jarak 258 meter dari Blok 4. (*)






