Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Lampung Tengah – Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kampung Gunung Agung, Kecamatan Terusan Nunyai, Kabupaten Lampung Tengah.
Langkah ini diambil usai puluhan siswa SDN 1 dan SDN 2 Gunung Agung mengalami mual, pusing, hingga pingsan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis (24/9/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mitra SPPG dari Yayasan Penata Alam Bersama (YPAB), Hendra, membenarkan adanya penangguhan (suspend) operasional tersebut.
Ia menyatakan dapur akan berhenti beroperasi secara total hingga ada hasil pemeriksaan dan arahan lanjutan dari pihak berwenang terkait insiden ini.
”Menu MBG yang dibagikan kepada siswa pada Kamis terdiri dari nasi, sayur, bakso, dan susu kotak. Jadwal pengiriman kami lakukan bertahap mulai dari tingkat TK, SD, hingga SMP,” ujar Hendra, Jumat (25/9/2026).
Pihak pengelola menduga gangguan kesehatan tersebut dipicu oleh satu dus susu kotak full cream yang bermasalah.
Pasalnya, siswa TK yang menerima distribusi makanan lebih awal tidak melaporkan keluhan serupa, dan gejala keracunan hanya dialami oleh sebagian siswa SD.
Meski demikian, Hendra menegaskan dugaan tersebut belum bisa dijadikan kesimpulan akhir. Ia menyebutkan bahwa tanggal kedaluwarsa pada kemasan susu tercatat masih berlaku hingga tahun 2027.
Saat ini, BGN dan pihak pengelola SPPG masih melakukan penelusuran dan menunggu hasil uji laboratorium resmi untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut sebelum dapur kembali dibuka. (*)






