Gubes IPDN: Prabowo Tak Punya Kapasitas Pimpin Pemerintah, Masalahnya Lebih Panjang dari Umurnya Sendiri!

- Editor

Kamis, 29 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Prof. Ryaas Rasyid (Dok. Podcast YT Forum Keadilan Madilog). 

Hariannarasi.com, Jakarta – Guru Besar (Gubes) Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Prof. Ryaas Rasyid melontarkan kritik keras terhadap Presiden Prabowo Subianto.

Ia menilai Prabowo tidak memiliki kapasitas sebagai pemimpin pemerintahan karena tidak memahami ilmu pemerintahan pada tingkat paling dasar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan itu disampaikan Ryaas dalam siniar di kanal YouTube Forum Keadilan yang tayang Kamis (29/10/2026).

“Tidak memiliki kapasitas untuk menjadi pemimpin pemerintahan. Mungkin karena tidak mengerti ilmu pemerintahan, jadi ilmu pemerintahan paling basic pun dia tidak dapat,” kata Ryaas.

Soroti Efisiensi Anggaran dan Pemangkasan TKD

Ryaas menilai kekeliruan berpikir itu berimplikasi langsung pada kebijakan. Ia menyebut ada logic fallacy atau kesalahpahaman dalam memahami persoalan pemerintahan yang kemudian menjadi basis pembuatan kebijakan dan merugikan masyarakat.

Salah satu kebijakan yang disorot adalah efisiensi anggaran pemerintah pusat yang berujung pada pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD).

“Sekarang enggak perlu Anda menunggu lima tahun. Sekarang ini kita sudah rugi dengan efisiensi pemerintahan pusat dengan pemenggalan jumlah transfer ke daerah itu kan merugikan seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Menurut Ryaas, beban tersebut sudah dirasakan dalam dua tahun pertama pemerintahan Prabowo, tanpa perlu menunggu hingga akhir masa jabatan.

Dampak Jangka Panjang

Guru Besar yang juga mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara itu memperingatkan bahwa dampak kebijakan yang keliru tidak selalu dirasakan secara langsung.

“Sebagian itu akan terasa nanti 10 tahun yang akan datang dari kekeliruan mengelola sekarang ini,” ucap Ryaas.

Ia bahkan menyebut persoalan yang ditinggalkan akan melampaui usia kepemimpinan Prabowo sendiri.

“Ini masalah akan ditinggalkan oleh Pak Prabowo akan lebih panjang daripada umurnya sendiri,” pungkas Ryaas.

Kritik Kepemimpinan Lemah 

Kritik Ryaas tidak hanya soal kapasitas teknokratis, dalam podcast di kanal Akbar Faizal Uncensored, ia menyatakan kerusakan yang meluas di sektor politik tidak terlepas dari lemahnya kepemimpinan yang gagal memegang kendali reformasi.

Ia menilai arah reformasi telah dikesampingkan pada kepemimpinan di tingkat tertinggi, di mana berbagai kebijakan gagal mengatasi korupsi, tata kelola buruk, dan rendahnya etika pemerintahan.

Dalam konteks yang lebih luas, Ryaas juga melontarkan peringatan keras tentang masa depan negara. Ia menyebut kondisi Indonesia bukan sekadar gejala, melainkan kepastian menuju kebubaran jika fondasi negara terus melemah.

“Ujung dari negara ini adalah bubar. Indonesia tidak punya masa depan. Sesuatu yang kita lihat secara nyata itu bukan tanda-tanda. Itu adalah kepastian,” kata Ryaas di channel YouTube Forum Keadilan Madilog.

Ia menilai satu-satunya faktor yang masih menghambat perpecahan adalah soliditas TNI dan Polri.

“Cuma satu saja yang membuat ini agak terhambat, pembubaran Republik Indonesia ini, karena tentara dan polisi belum berontak,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, Istana belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan Prof. Ryaas Rasyid tersebut. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

MPR RI Sosialisasikan 4 Pilar di PWI Lampung, Soroti Peran Pers dan Ancaman Politik Uang! 
Kena Mental Isu Nepotisme, Dua Anak Menhaj Irfan Yusuf Mengundurkan Diri
Soal Penataan Pasar Modern, Wabup Tanggamus Ultimatum Pedagang, Beri Waktu Hingga 27 Oktober!
Survei SMRC: Salip Prabowo dan AHY, Gibran Unggul 29,7 Persen dalam Simulasi Tiga Capres 
Jarkot Minta Mendagri Copot ASN Kembaran Wali Kota Bandar Lampung, Buntut Dugaan Berkas Palsu
Syarat Ijazah SMA Capres-Cawapres Digugat ke MK, Pemohon Minta Ijazah S1 hingga S3 Diakui
Survei Terbaru Celios: 3 dari 4 Warga Indonesia ‘Stres’ Akibat Kebijakan Prabowo Subianto
Bakal Terulang Seperti 2019? Anies Baswedan Digadang-gadang Masuk Kabinet Prabowo Subianto
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:41 WIB

Gubes IPDN: Prabowo Tak Punya Kapasitas Pimpin Pemerintah, Masalahnya Lebih Panjang dari Umurnya Sendiri!

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:52 WIB

MPR RI Sosialisasikan 4 Pilar di PWI Lampung, Soroti Peran Pers dan Ancaman Politik Uang! 

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:44 WIB

Kena Mental Isu Nepotisme, Dua Anak Menhaj Irfan Yusuf Mengundurkan Diri

Rabu, 21 Oktober 2026 - 06:09 WIB

Soal Penataan Pasar Modern, Wabup Tanggamus Ultimatum Pedagang, Beri Waktu Hingga 27 Oktober!

Senin, 19 Oktober 2026 - 06:55 WIB

Survei SMRC: Salip Prabowo dan AHY, Gibran Unggul 29,7 Persen dalam Simulasi Tiga Capres 

Berita Terbaru