Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Bandung – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyiapkan opsi tunda bayar untuk sejumlah proyek infrastruktur yang dikerjakan pada tahun anggaran 2026.
Kebijakan ini terpaksa diambil usai Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat gagal meraup pinjaman senilai Rp3,4 triliun dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dihimpun dari berbagai sumber, kendati tengah didera tekanan fiskal, Pemprov Jabar memastikan proyek-proyek prioritas yang menyangkut hajat hidup masyarakat tidak akan dihentikan.
Sebagai solusi, kewajiban pembayaran atas sejumlah pekerjaan pada tahun ini akan dialihkan dan diselesaikan pada tahun anggaran 2027.
Dedi menegaskan bahwa langkah tunda bayar merupakan jalan tengah paling logis agar roda pembangunan tetap berjalan tanpa membebani keuangan daerah dengan bunga pinjaman baru.
“Pilih mana, pilih tunda bayar, atau pilih pinjam tapi ada bunganya?” kata Dedi dalam pernyataannya.
Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi dalih bagi pemerintah untuk mengorbankan kepentingan infrastruktur publik.
Ia menilai opsi tunda bayar bukanlah sebuah masalah yang harus dirisaukan, melainkan bukti konkret bahwa pemerintah berkomitmen membelanjakan uangnya untuk rakyat.
Selain batalnya kucuran dana segar dari PT SMI, tekanan keuangan daerah yang dialami Pemprov Jabar juga dipicu oleh faktor lain.
Keterlambatan transfer Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat disebut menjadi salah satu penyumbang utama macetnya arus kas, sehingga pemerintah daerah harus memutar otak mencari skema pembiayaan alternatif secara cermat. (*)






