Caption : Istimewa (Dok. BPBD DI Yogyakarta).
Hariannarasi.com, Jakarta – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis prediksi awal musim hujan di Indonesia, yang diperkirakan akan berlangsung mulai dari bulan Agustus 2026 hingga Agustus 2027.
Prediksi tersebut menunjukkan curah hujan secara umum berada dalam kategori Normal hingga Bawah Normal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dihimpun dari berbagai sumber, meskipun awal musim hujan tidak terjadi secara serempak di seluruh wilayah Indonesia.
BMKG telah memetakan beberapa wilayah yang diperkirakan akan mulai mengalami hujan pada bulan Agustus ini, yakni sebagian Aceh, Sumatera Utara, Riau, dan Kepulauan Riau (Kepri).
Sementara itu, wilayah Jakarta dan sekitarnya (Jabodetabek) serta Pulau Jawa pada umumnya, diperkirakan akan memasuki musim hujan pada bulan September-Oktober.
Puncak musim hujan secara nasional, lanjut BMKG, diprediksi akan terjadi pada bulan November.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memperbarui informasi prakiraan cuaca yang dikeluarkan oleh lembaga tersebut guna mengetahui kondisi terkini di wilayah masing-masing.
Lebih lanjut, BMKG juga memperingatkan masyarakat di beberapa wilayah terkait potensi hujan dengan intensitas tinggi (ekstrem) di awal musim hujan, antara lain:
- Sumatera: Sebagian Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepri.
- Jawa: Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur.
- Kalimantan: Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur.
- Sulawesi: Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Gorontalo.
- Kepulauan: Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat.
Imbauan kepada masyarakat di daerah-daerah tersebut ditekankan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam yang dapat dipicu oleh tingginya curah hujan, seperti banjir, tanah longsor, dan banjir bandang.
BMKG juga meminta masyarakat agar menyiapkan langkah-langkah antisipasi sejak dini diharapkan dapat meminimalisasi kerugian dan menjaga keselamatan. (*)






