Caption : Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal.
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyebut dua lokasi kebakaran masih dalam penanganan hingga Senin (19/10), yakni di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Lampung Timur dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bandar Jaya, Kabupaten Lampung Tengah.
Untuk penanganan kebakaran di TNWK, Pemerintah Provinsi Lampung mengerahkan 350 personel gabungan untuk melakukan pemadaman di sejumlah titik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mirza mengatakan, upaya pemadaman dilakukan melalui operasi darat, operasi water bombing, dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
“Titik yang kebakaran ada di Taman Nasional Way Kambas, agak sulit dipadamkan. Apinya tidak terlihat, tetapi banyak asapnya karena banyak gambut di bawahnya,” kata Mirza dalam konferensi pers di Kantor BPBD Lampung, Senin (19/10).
Menurut Mirza, kebakaran di TNWK sulit dipadamkan karena karakter lahan gambut. Api tidak tampak di permukaan, namun asap masih mengepul dari bawah tanah.
Kondisi tersebut mengharuskan penyiraman berulang menggunakan helikopter melalui metode water bombing.
Tantangan lainnya, kata dia, adalah jarak lokasi kebakaran yang jauh dari sumber air.
“Kami sudah mengerahkan 350 satgas darat gabungan dari TNI AD, BPBD kabupaten dan BPBD provinsi serta masyarakat. Karena jauh dari sumber air, kami meminta bantuan BNPB untuk water bombing dan suplai selang yang panjangnya mencapai 3 kilometer,” ujarnya.
Mirza mengungkapkan, terdapat tiga titik kebakaran di kawasan TNWK. Sebagian titik berada dekat permukiman warga dan memiliki lapisan gambut di bawah permukaan tanah sehingga menimbulkan asap tebal. Asap tersebut dilaporkan mulai mengarah ke desa-desa sekitar.
Sementara itu, kebakaran di TPA Bandar Jaya, Kecamatan Terbanggi Besar, Lampung Tengah, juga masih berlangsung hingga Senin pagi.
Mirza menyebut kondisi api di TPA tersebut telah berkurang dibandingkan malam sebelumnya, namun pemadaman masih terus dilakukan. (*)






