Caption : Menteri Pertanian, Amran Sulaiman (Dok. Jawapos).
Hariannarasi.com, Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman tercatat memiliki kekayaan bersih sebesar Rp1,72 triliun berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periode 2025.
Di tengah sorotan terhadap kekayaannya yang melonjak, Amran juga diketahui tengah membangun masjid senilai Rp1 triliun dari dana pribadi dan secara aktif melakukan penertiban terhadap penyimpangan distribusi beras di pasaran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rincian LHKPN 2025 menunjukkan bahwa total kekayaan kotor Amran mencapai Rp2,04 triliun. Setelah dikurangi utang sebesar Rp313,97 miliar, kekayaan bersihnya menjadi Rp1,72 triliun.
Aset penyumbang terbesar adalah surat berharga yang nilainya mencapai Rp1,11 triliun, atau mewakili 65 persen dari total kekayaan bersihnya.
Selain itu, ia mencatatkan kas dan setara kas sebesar Rp595,75 miliar. Grafik kekayaan Mentan ini menunjukkan lonjakan signifikan sebesar Rp1,4 triliun sejak tahun 2019, di mana saat itu hartanya tercatat sebesar Rp279 miliar.
Untuk aset tidak bergerak, Amran yang menjabat sebagai Mentan di tiga periode kabinet ini memiliki 60 bidang tanah dan bangunan senilai total Rp304,12 miliar.
Properti tersebut tersebar di berbagai wilayah, mulai dari Makassar, Gowa, Bone, Jakarta Selatan, hingga Konawe Utara.
Di garasinya, terdapat 10 unit kendaraan dengan total nilai Rp18,66 miliar, termasuk sebuah Mercedes-Benz Maybach S-Class 2021 senilai Rp8,18 miliar.
Kekayaan fantastis tersebut merupakan hasil dari rekam jejak bisnisnya yang panjang. Sebelum masuk ke pemerintahan, Amran bekerja di PTPN XIV selama 15 tahun sebelum akhirnya mendirikan Tiran Group.
Perusahaan yang bermula dari penjualan produk racun tikus merek Tiran ini kini telah berkembang pesat ke berbagai sektor, termasuk pertambangan, perkebunan, pabrik gula, hingga SPBU.
Sebagian dari hasil usahanya tersebut kini dialirkan untuk kegiatan filantropi melalui AAS Foundation.
Bangun Masjid Rp1 Triliun
Di luar catatan LHKPN, Amran tengah membangun Masjid Hajjah Andi Nurhadi di Panaikang, Makassar.
Pengelola mengonfirmasi bahwa nilai pembangunan masjid berkapasitas 20.000 jemaah tersebut mencapai Rp1 triliun dan murni berasal dari dana pribadi tanpa adanya sponsor.
Saat ini, progres pembangunan yang dimulai sejak Oktober 2023 itu telah mencapai 98 persen dengan kubah utama yang sudah terpasang, dan ditargetkan dapat digunakan oleh masyarakat paling lambat pada tahun 2027.
Sengkarut Masalah Beras
Sementara itu, dalam tugasnya di pemerintahan, Amran tengah berhadapan dengan sengkarut masalah beras.
Ia baru-baru ini membongkar dugaan penyimpangan beras fortifikasi (beras yang diperkaya vitamin dan mineral). Dari 27 merek yang diperiksa, 25 di antaranya diduga tidak memenuhi standar.
Pemerintah telah memerintahkan penarikan produk, pencabutan izin, hingga proses hukum bagi pihak yang terlibat.
Di sisi lain, penertiban ini diiringi oleh kelangkaan beras premium di sejumlah ritel modern. Merespons keluhan tersebut, Amran menduga adanya pergeseran pasokan beras premium menjadi produk fortifikasi.
Untuk menstabilkan kondisi, ia telah menginstruksikan Perum Bulog untuk melipatgandakan penyaluran beras premium ke ritel hingga tiga kali lipat dari volume sebelumnya yang hanya 110 ribu ton per bulan. (*)
* (Dihimpun dari berbagai sumber kredibel)






