Viral! Mahasiswi Lampung Ungkap Dugaan Pelecehan Seksual, Diduga Oknum Dosen dan Kaprodi di FKIP UNILA!

- Editor

Minggu, 8 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Tangkapan layar dari isi chat whatsapp akun Instagram pribadi @sitialifahfaiz dan viral di media sosial.

Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Seorang mahasiswi di Lampung mengaku mengalami dugaan pelecehan seksual oleh oknum dosen yang juga menjabat sebagai Kepala Program Studi (Kaprodi) sekaligus penguji tesisnya.

Dalam unggahan tersebut, pelapor menyebut peristiwa itu terjadi pada 5 Mei 2026, sekitar pukul 13.00 WIB, di ruang Kaprodi. Oknum dosen yang disebut dengan inisial RF itu disebut memanggil pelapor untuk membahas tesis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengakuan tersebut disampaikan melalui unggahan di akun Instagram pribadi @sitialifahfaiz dan viral di media sosial.

Pelapor menulis, RF berulang kali menyampaikan kata “gemes” dan mengajaknya berdiskusi berdua di luar kampus. Ajakan tersebut disebut ditolak oleh pelapor.

Menurut kronologi yang diunggah, teman pelapor yang semula mendampingi diminta keluar ruangan untuk memperbaiki dokumen yang salah ketik.

Saat tinggal berdua, RF diduga menyentuh pipi dan mengelus telinga pelapor dengan alasan ingin memegang produk tesis.

Pelapor mengaku meminta izin keluar ruangan karena ketakutan. Namun, menurut pengakuannya, RF justru menutup pintu, lalu memeluknya, memegang kedua pipinya, dan mencium keningnya.

Pelapor mengaku mendorong pelaku dan berkata, “Maaf Pak, bukan Mukhrim”. Pelaku disebut hanya tersenyum tipis.

Pelapor mengaku mengalami trauma psikologis setelah kejadian tersebut. Ia menyebut tubuhnya kaku, gemetaran, dan terus menangis ketakutan.

Dalam unggahannya, pelapor mengaku ragu melaporkan kejadian itu ke Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKPT) di kampusnya.

Ia menyebut RF memegang jabatan strategis sebagai Kaprodi dan dikenal memiliki citra agamis. Pelapor mengaku khawatir ceritanya tidak dipercaya dan berdampak pada pendidikannya, terlebih ia membiayai kuliahnya secara mandiri.

Sehari setelah kejadian, pada 6 Mei 2026, RF disebut masih menghubungi pelapor melalui pesan WhatsApp dengan sikap seolah tidak terjadi apa apa dan menggunakan panggilan akrab. Pelapor mengaku terpaksa membalas pesan tersebut dengan baik demi urusan akademik.

Pelapor menyebut sempat menceritakan kejadian itu kepada kerabatnya pada 19 Mei 2026. Namun, respons yang diterima disebut mengecewakan karena dianggap sebagai candaan.

Pada 20 Mei 2026, pelapor juga sempat berdiskusi dengan temannya mengenai kemungkinan mengganti dosen penguji.

Langkah itu disebut urung dilakukan karena pelapor masih diliputi ketakutan untuk menyampaikan kasus tersebut kepada dosen pembimbing akademik maupun pihak kampus lainnya.

Unggahan tersebut mendapat sorotan luas dari warganet. Di kolom komentar, sejumlah warganet menuntut adanya tindak lanjut dan keadilan bagi pelapor.

Beberapa komentar juga menyebut nama dan unit kerja yang diduga terkait dengan terduga pelaku. Redaksi belum dapat memverifikasi kebenaran identitas yang disebut dalam komentar tersebut dan memilih tidak menampilkannya hingga ada klarifikasi resmi.

Hingga berita ini ditulis, redaksi belum memperoleh keterangan resmi dari pihak universitas maupun Satgas PPKPT terkait dugaan tersebut.

Pihak terduga juga belum memberikan tanggapan. Seluruh informasi dalam berita ini masih bersumber dari pengakuan sepihak pelapor melalui media sosial dan belum terverifikasi secara independen. (*)

Catatan redaksi: Berita ini disusun berdasarkan unggahan Instagram @sitialifahfaiz dan tangkapan layar komentar warganet. Untuk menjaga asas praduga tak bersalah, identitas terduga ditulis dengan inisial sesuai unggahan awal.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

835 Guru PPPK Tanggamus Gigit Jari, Tunjangan Sertifikasi 6 Bulan Tak Kunjung Cair, Lah Kok Bisa?!
Dari Kelas Hingga Musala, Wajah SMKN 1 Kota Agung Barat Berubah Total Usai Disentuh CSR PT Asia Makmur
Heboh! Disdikbud Bandar Lampung Anggarkan Rp8,79 Miliar untuk 211 Motor Vario
Dipicu Masalah Tempat Duduk dan ‘Smoke Bomb’, Mahasiswa FP dan FISIP Bentrok di Parade Unila 2026
Era AI Makin Masif! Ini Pesan Menohok Wagub Jihan untuk Mahasiswa Baru STKIP PGRI Bandar Lampung
Libatkan 210 Guru, Disdikbud Lampung Luncurkan Program ‘Double Teaching’ di 17 SMA Negeri 
Mahasiswa Unila Gelar Aksi Unjuk Rasa di Rektorat, Layangkan Enam Tuntutan Tata Kelola Kampus
Rombak Besar-besaran! 98 Kepsek SMA/SMK/SLB se-Lampung Diganti, Berikut Daftar Namanya!
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 14:29 WIB

Viral! Mahasiswi Lampung Ungkap Dugaan Pelecehan Seksual, Diduga Oknum Dosen dan Kaprodi di FKIP UNILA!

Selasa, 27 Oktober 2026 - 05:55 WIB

835 Guru PPPK Tanggamus Gigit Jari, Tunjangan Sertifikasi 6 Bulan Tak Kunjung Cair, Lah Kok Bisa?!

Minggu, 18 Oktober 2026 - 06:36 WIB

Dari Kelas Hingga Musala, Wajah SMKN 1 Kota Agung Barat Berubah Total Usai Disentuh CSR PT Asia Makmur

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:37 WIB

Heboh! Disdikbud Bandar Lampung Anggarkan Rp8,79 Miliar untuk 211 Motor Vario

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 21:37 WIB

Dipicu Masalah Tempat Duduk dan ‘Smoke Bomb’, Mahasiswa FP dan FISIP Bentrok di Parade Unila 2026

Berita Terbaru