Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Makan Bergizi Gratis (MBG) Lampung mencatat sebanyak 51 sekolah di Provinsi Lampung terkonfirmasi menolak program MBG.
Sebagian besar lembaga yang menolak merupakan sekolah elit dan pondok pesantren yang telah memiliki fasilitas penyediaan makanan mandiri bagi para siswanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Satgas Percepatan MBG Lampung, Saipul, menjelaskan, penolakan tersebut terungkap dari hasil pendataan yang dilakukan oleh tim Badan Gizi Nasional (BGN) beserta tim regional.
Pendataan difokuskan untuk memetakan secara presisi sekolah-sekolah yang memilih tidak menerima program bantuan pangan pemerintah ini.
”Memang dari awal dulu ada yang menolak, terutama sekolah-sekolah pondok pesantren yang memang sejak awal sudah menyediakan makanan di sekolah itu, terutama sekolah-sekolah elit,” ujar Saipul pada Jumat (18/9/2026).
Saipul memaparkan, berdasarkan data awal, terdapat 108 lembaga pendidikan yang tergolong dalam kategori sekolah elit dan pondok pesantren.
Dari total target tersebut, baru 51 sekolah yang secara resmi mengonfirmasi penolakan karena sudah terbiasa memproduksi makanan sendiri.
Saat ini, pihak BGN dan Satgas MBG Lampung masih melanjutkan proses pendataan secara menyeluruh.
Pemantauan juga diperluas untuk melihat potensi sikap sekolah umum biasa terhadap pelaksanaan program MBG di wilayah tersebut. (*)






