Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Ogan Ilir – Kebakaran hutan dan lahan melanda wilayah Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, tepatnya di sekitar ruas Jalan Tol Palembang–Indralaya (Palindra) KM 18/KM 18+600 Jalur A, Desa Palem Raya, Kecamatan Indralaya Utara.
Peristiwa kebakaran yang membedah vegetasi semak belukar dan kayu gelam tersebut memicu kepulan asap tebal yang sempat mengganggu jarak pandang pengendara melintasi jalur tol.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan data resmi Kementerian Kehutanan dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), akumulasi area terdampak kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan telah mencapai 1.926,23 hektare.
Angka tersebut mencakup 1.857,7 hektare lahan mineral dan 68,5 hektare lahan gambut, yang menempatkan Sumatera Selatan sebagai salah satu wilayah dengan jumlah titik panas tertinggi di Pulau Sumatera.
Di kawasan Tol Palindra KM 18, api dengan cepat menyebar melahap belasan hektare lahan kering di tepi jalan raya.
Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, TNI, serta Kepolisian Resor (Polres) Ogan Ilir dikerahkan ke lokasi untuk melokalisasi pergerakan api agar tidak mendekati area pemukiman dan perkebunan warga.
Operasi pemadaman ditempuh melalui jalur darat dan diperkuat dengan penyiraman udara (water bombing).
Pihak kepolisian menyatakan bahwa penyelidikan mendalam tengah dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti munculnya titik api di lokasi tersebut.
Masyarakat dan pemilik lahan kembali diimbau secara tegas agar tidak melakukan pembukaan atau pembersihan lahan dengan cara membakar, sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Upaya penyisiran dan penyiraman lanjutan terus dioptimalkan oleh Satgas Karhutla guna mengantisipasi potensi munculnya titik api baru di tengah cuaca kering musim kemarau. (*)






