Karang Taruna Lampung dan OJK Luncurkan ‘Siger Taruna Preneur’, Targetkan Pembiayaan UMKM Rp30 Miliar

- Editor

Kamis, 3 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Istimewa

Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Karang Taruna Provinsi Lampung berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), Bursa Efek Indonesia (BEI) Lampung, dan Bank Lampung resmi meluncurkan program “Siger Taruna Preneur” di Gedung Pusiban, Bandar Lampung, Kamis (3/9).

Program ini bertujuan untuk memperkuat literasi, inklusi keuangan, dan kemandirian ekonomi pemuda desa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Peluncuran program ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antarpemangku kepentingan.

Melalui inisiatif ini, Karang Taruna membidik penyaluran pembiayaan sebesar Rp30 miliar untuk mendukung sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dikelola oleh pemuda di tingkat desa.

​Ketua Karang Taruna Provinsi Lampung, Wahrul Fauzi Silalahi, menyatakan program tersebut dirancang agar pemuda desa memiliki pemahaman tata kelola keuangan yang baik sekaligus mampu mengembangkan kewirausahaan.

​”Alhamdulillah hari ini sudah bekerja sama dengan OJK, Bank Lampung, perusahaan saham, dan BI terkait bagaimana kita memfasilitasi Karang Taruna di desa untuk pertama melek literasi keuangan, kemudian memperkuat mereka untuk membantu dalam entrepreneur,” kata Wahrul.

​Pendanaan sebesar Rp30 miliar tersebut direncanakan bersumber dari akses permodalan Bank Lampung serta dana Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) dari berbagai mitra. Realisasi penyaluran dana ditargetkan mulai berjalan pada Oktober 2026.

​Wahrul menambahkan, pihaknya saat ini tengah menyusun mekanisme dan petunjuk teknis penyaluran agar alokasi dana tersebut tepat sasaran dan berdampak optimal bagi perekonomian desa.

​Selain berfokus pada akses permodalan, program Siger Taruna Preneur juga menempatkan edukasi literasi keuangan sebagai prioritas.

Langkah preventif ini dilakukan sebagai respons atas maraknya kasus pinjaman online (pinjol) ilegal, investasi bodong, judi online, hingga penipuan digital yang menyasar masyarakat. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bank Dunia Sebut Mayoritas Penduduk RI Miskin, Tembus 64,2 Persen, Kok Bisa Berbeda dengan Data BPS?
Dugaan Kredit Bermasalah Rp17,4 Triliun, Kejagung Didesak Periksa Dirut BRI
Prabowo Ungkap 8 Capaian Utama Reformasi BUMN: Tutup 290 Perusahaan, Laba tembus Rp326 triliun, Naik 75,3 Persen!
Gilak! Utang RI Tembus Rp 10.293 Triliun, Menkeu Malah Bandingkan dengan Singapura
Menkeu Purbaya Tambah Suntikan Dana SAL Rp 70 Triliun ke Himbara, BTN dan BSI Dapat Jatah
Luar Biasa! Defisit APBN Juni 2026 Capai Rp196,5 Triliun
Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah, Pemprov Lampung Susun Rencana Aksi 2027
Kawal Sensus Ekonomi 2026, Wagub Lampung Minta Pelaku Usaha Tak Asal Beri Data
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 10:33 WIB

Karang Taruna Lampung dan OJK Luncurkan ‘Siger Taruna Preneur’, Targetkan Pembiayaan UMKM Rp30 Miliar

Kamis, 3 September 2026 - 08:43 WIB

Bank Dunia Sebut Mayoritas Penduduk RI Miskin, Tembus 64,2 Persen, Kok Bisa Berbeda dengan Data BPS?

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:59 WIB

Dugaan Kredit Bermasalah Rp17,4 Triliun, Kejagung Didesak Periksa Dirut BRI

Jumat, 14 Agustus 2026 - 08:21 WIB

Prabowo Ungkap 8 Capaian Utama Reformasi BUMN: Tutup 290 Perusahaan, Laba tembus Rp326 triliun, Naik 75,3 Persen!

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:19 WIB

Gilak! Utang RI Tembus Rp 10.293 Triliun, Menkeu Malah Bandingkan dengan Singapura

Berita Terbaru