Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Lampung Timur – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, turun langsung ke Desa Braja Harjosari, Kabupaten Lampung Timur, untuk memantau upaya pemadaman kebakaran lahan.
Peninjauan ini dilakukan guna memastikan langkah mitigasi berjalan maksimal sehingga api tidak merambat ke kawasan Taman Nasional (TN) Way Kambas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan pantauan di lokasi, satu titik api utama yang sebelumnya menyala telah berhasil dipadamkan oleh tim gabungan. Namun, petugas kembali mendeteksi adanya titik api baru yang muncul di area ladang alang-alang.
Menyikapi kemunculan titik api tersebut, seluruh unsur gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, dan pengelola TN Way Kambas langsung bergerak cepat melakukan pemadaman.
”Hari ini saya turun langsung ke Desa Braja Harjosari memastikan penanganan kebakaran berjalan. Seluruh unsur langsung bergerak melakukan pemadaman sekaligus mitigasi agar api tidak terbawa angin menuju kawasan hutan,” ujar Gubernur Mirza.
Ia juga mengapresiasi kerja cepat dan kolaborasi lintas instansi di lapangan. Selain fokus pada pemadaman, keselamatan satwa dilindungi di kawasan TN Way Kambas turut menjadi prioritas. Pihak berwenang terus melakukan pemantauan intensif terhadap pergerakan satwa.
Saat ini, kelompok gajah liar dilaporkan berada pada radius yang aman, yakni sekitar 25 kilometer dari lokasi kebakaran.
Sementara itu, gajah-gajah yang berada di area Pusat Latihan Gajah (PLG) dipastikan dalam kondisi aman dan tidak terdampak oleh insiden ini.
Gubernur Lampung menegaskan kepada seluruh tim agar tidak menurunkan kewaspadaan meski sebagian api telah berhasil dikendalikan.
”Kita tidak boleh lengah. Penanganan harus dilakukan sampai kondisi benar-benar aman, sekaligus memperkuat mitigasi dan perlindungan kawasan agar risiko kebakaran dapat kita tekan,” tegasnya.
Proses pemadaman dan pendinginan kawasan terus diupayakan bersama hingga situasi dinyatakan sepenuhnya terkendali. (*)
Berikut video lengkapnya:






