673,4 Hektare Kawasan TN Way Kambas Terbakar, Akses Sulit Hambat Pemadaman

- Editor

Sabtu, 22 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Istimewa

Hariannarasi.com, Lampung Timur – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berskala besar melanda kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur.

Sejak api pertama kali terdeteksi pada Jumat (21/8/2026) siang hingga Sabtu (22/8/2026), luas area yang terdampak diperkirakan telah mencapai 673,4 hektare.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Titik awal kebakaran diketahui berada di kawasan Jati 3 Resort Kuala Penet, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah III Kuala Penet, Kecamatan Braja Selebah.

​Kapolres Lampung Timur, AKBP Yuliansyah, memastikan tim gabungan saat ini tengah berjibaku di lokasi kejadian untuk mengendalikan si jago merah.

​“Api masih berlangsung dan belum bisa dipadamkan,” ujar AKBP Yuliansyah saat dikonfirmasi pada Sabtu (22/8/2026).

​Untuk mempercepat penanganan, sebanyak 29 personel gabungan telah diterjunkan ke titik api.

Rincian pasukan tersebut meliputi:

  • ​14 personel dari Polisi Kehutanan (Polhut) bersama Masyarakat Mitra Polhut (MMP).
  • ​10 personel dari jajaran Polsek Braja Selebah.
  • ​5 personel TNI dari Koramil Way Jepara.

​Upaya pemadaman saat ini mengalami kendala signifikan akibat faktor cuaca dan medan.

Tiupan angin kencang membuat api cepat merambat, di mana pergerakan api saat ini terpantau mengarah dari titik awal menuju kawasan Rawa Mbah Sapon (Grid 7S).

Selain itu, lokasi titik api terisolasi dan sama sekali tidak dapat dijangkau menggunakan kendaraan.

Peralatan Pemadaman

​Kondisi geografis yang sulit membuat tim gabungan di lapangan terpaksa menggunakan pendekatan manual untuk memadamkan api.

Beberapa alat yang digunakan antara lain, ​tangki semprot punggung (Alpa) dan alat pemadam tradisional (gepyok kayu).

​Guna mendukung upaya pemadaman lanjutan, pihak berwenang mulai memobilisasi peralatan yang lebih memadai.

“Upaya yang dilakukan saat ini mempersiapkan mesin pompa penyedot air (alkon) untuk penanganan lebih lanjut,” pungkas Yuliansyah. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Tukang Koperasi Ditemukan Tewas di Kebun Singkong Lampung Utara, Diduga Korban Pembunuhan
Lagi lagi TN Way Kambas Terbakar, Diduga Ulah Pemburu Liar!
Jasad Pria Ditemukan Membusuk di Eks Kafe Bunga Sukabumi, Keluarga Tolak Visum
Kekeringan Melanda Lampung, Cadangan Air Bendungan Sekampung Tersisa 1,5 Bulan
Pekerja Kebun Tebu di Tulang Bawang Tewas Ditikam, Polisi Tangkap Sang Mandor
Bantah Isu Dirinya Digerebek di Hotel Radisson, Anggota DPRD Bandar Lampung Sri Ningsih Lapor Polisi
Biduan Waria Ditangkap Polres Pesisir Barat, Cabuli Anak Laki di Bawah Umur
Dada Ditembus Badik, Pria Tulang Bawang Meregang Nyawa di Tangan Teman Sendiri
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 13:06 WIB

673,4 Hektare Kawasan TN Way Kambas Terbakar, Akses Sulit Hambat Pemadaman

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 10:57 WIB

Tukang Koperasi Ditemukan Tewas di Kebun Singkong Lampung Utara, Diduga Korban Pembunuhan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 10:42 WIB

Lagi lagi TN Way Kambas Terbakar, Diduga Ulah Pemburu Liar!

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 09:36 WIB

Kekeringan Melanda Lampung, Cadangan Air Bendungan Sekampung Tersisa 1,5 Bulan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 09:32 WIB

Pekerja Kebun Tebu di Tulang Bawang Tewas Ditikam, Polisi Tangkap Sang Mandor

Berita Terbaru