Kalimantan Kembali Membara! Dikepung Api, Kalteng Kalbar Jadi Episentrum Karhutla Terparah

- Editor

Jumat, 21 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Ist

Hariannarasi.com, Kalimantan – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali mengepung sejumlah wilayah di Kalimantan. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Kamis (20/8/2026), Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Kalimantan Barat (Kalbar) tercatat sebagai wilayah terparah.

Bencana kabut asap ini mulai memicu lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), mengganggu jadwal penerbangan, hingga memaksa sekolah memberlakukan pembelajaran daring.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengungkapkan konsentrasi titik panas (hotspot) tertinggi berada di Kalteng dengan 767 titik, disusul Kalbar sebanyak 560 titik.

Sementara itu, Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Kalimantan Timur (Kaltim) masing-masing mencatat 74 titik, serta Kalimantan Utara (Kaltara) dengan 3 titik.

​”Faktor utama pemicunya adalah musim kemarau panjang yang ditambah fenomena El Nino, membuat lahan gambut mengering dan mudah terbakar. Kondisi ini diperparah oleh aktivitas pembukaan lahan,” jelas otoritas terkait dalam laporannya.

Kondisi Darurat di Kalteng dan Kalbar

Di Kalimantan Tengah, luas lahan terbakar telah mencapai 4.115 hektare sejak awal tahun. Imbasnya, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Palangka Raya dan Sampit berada pada level “Tidak Sehat”.

Dinas Kesehatan Kalteng melaporkan adanya lonjakan kasus ISPA sebesar 39,2 persen atau sebanyak 2.052 kasus hanya dalam rentang waktu 7-14 Agustus 2026.

​Asap pekat di Kalteng juga menyusutkan jarak pandang di bawah 800 meter, yang memaksa penundaan 12 jadwal penerbangan di Bandara Tjilik Riwut. Anak-anak usia sekolah di tiga kabupaten terpaksa kembali belajar dari rumah secara daring.

​Kondisi tak kalah kritis terjadi di Kalimantan Barat, dengan total area terbakar mencapai 28.680,47 hektare yang berpusat di Kubu Raya dan Ketapang.

Kualitas udara (AQI) di Pontianak menembus angka 129 yang tergolong berstatus buruk. Pusat layanan kesehatan setempat mencatat kenaikan 30 persen pasien ISPA yang didominasi oleh anak-anak dan lansia.

Ancaman di Kawasan IKN

Sementara itu, karhutla di Kalimantan Timur turut memicu alarm kewaspadaan tinggi. Pasalnya, sebagian dari 74 titik panas yang terdeteksi dilaporkan berada di wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) seperti Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), dan Kutai Kartanegara.

Asap tebal dari kawasan ini juga berpotensi mengancam habitat orangutan dan area konservasi di sekitarnya.

​Untuk menekan laju perluasan titik api, tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, dan satuan terkait terus mengintensifkan patroli serta pengerahan helikopter water bombing (bom air).

Masyarakat di seluruh Kalimantan diimbau untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan menghentikan pembukaan lahan dengan cara dibakar. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kalimantan Dikepung Asap Karhutla: Titik Api Melonjak, Kasus ISPA Tembus 1.000 Per Pekan
Update Terkini Gempa NTT: 60 Ribu Jiwa Mengungsi, Korban Meninggal Tembus 71 Orang
Sebut Pemerintahan Terkini Gagal, Mahasiswa: Prabowo Bedebah Memang!
Kawal Aksi Unras Mahasiswa, Polda Metro Jaya Siagakan 9.242 Personel di Jantung Ibu Kota
Dilarang Menuju Bundaran HI, Massa BEM UI Terlibat Debat dengan Kapolres Jakarta Pusat
Aksi #MerebutKemerdekaan Memanas! Ribuan Mahasiswa Saling Dorong dengan Aparat di Bundaran HI
Viral dan Tembus Puluhan Ribu ‘Likes’, Ini Isi Pesan Kebangsaan Mama Ghufron di HUT RI
Ini Empat Pemenang Busana Adat Terbaik HUT RI di Istana Merdeka, Raih Motor Listrik
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 08:27 WIB

Kalimantan Kembali Membara! Dikepung Api, Kalteng Kalbar Jadi Episentrum Karhutla Terparah

Rabu, 19 Agustus 2026 - 13:12 WIB

Update Terkini Gempa NTT: 60 Ribu Jiwa Mengungsi, Korban Meninggal Tembus 71 Orang

Selasa, 18 Agustus 2026 - 15:23 WIB

Sebut Pemerintahan Terkini Gagal, Mahasiswa: Prabowo Bedebah Memang!

Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:52 WIB

Kawal Aksi Unras Mahasiswa, Polda Metro Jaya Siagakan 9.242 Personel di Jantung Ibu Kota

Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:48 WIB

Dilarang Menuju Bundaran HI, Massa BEM UI Terlibat Debat dengan Kapolres Jakarta Pusat

Berita Terbaru