Kalimantan Dikepung Asap Karhutla: Titik Api Melonjak, Kasus ISPA Tembus 1.000 Per Pekan

- Editor

Jumat, 21 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Istimewa (Dok. BBC) 

Hariannarasi.com, Kalimantan – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Pulau Kalimantan memicu krisis kabut asap parah yang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat dan kelancaran aktivitas harian.

Berdasarkan pantauan satelit, wilayah Kalimantan terpantau penuh dengan titik api yang melonjak drastis hingga mencapai 1.615 titik pada 19 Agustus 2026, meningkat tajam dari 882 titik pada hari sebelumnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kabut asap pekat dilaporkan tidak hanya menyelimuti jalan raya, tetapi juga menembus masuk ke dalam permukiman warga.

Di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, konsentrasi partikulat halus (PM2.5) pada Rabu (19/8) dini hari menyentuh angka lebih dari 400 mikrogram per meter kubik, yang dikategorikan sangat berbahaya oleh BMKG.

​Kondisi udara yang kotor ini memicu lonjakan penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Banjarbaru, Siti Ningsih, mencatat kasus ISPA naik drastis melampaui 1.000 kasus per pekan, dengan kelompok paling rentan meliputi anak-anak, ibu hamil, dan lansia.

​Di Palangka Raya, seorang warga bernama Hetty (46) melaporkan anaknya yang memiliki riwayat flek paru telah batuk-batuk selama dua minggu terakhir akibat terpapar asap.

Sedangkan, di Banjarbaru, Sri Wahyuni (32) yang tengah hamil tiga bulan mengaku mengalami batuk dan sesak napas akibat pekatnya asap yang rutin menyelimuti saat waktu subuh.

Kerugian Ekonomi dan Kelumpuhan Aktivitas

Bencana karhutla ini juga memukul sektor ekonomi warga dan melumpuhkan mobilitas publik.

Dinas Pendidikan Banjarbaru telah menerbitkan surat edaran bagi sekolah tingkat PAUD hingga SMP untuk mengundurkan jam masuk menjadi pukul 09.00 WITA apabila kabut asap di pagi hari terlalu tebal.

Selain itu, jarak pandang yang sangat terbatas telah memicu kecelakaan lalu lintas, salah satunya tabrakan antara truk pengangkut sepeda motor dengan truk fuso pada 19 Agustus.

Pengendara seperti Dony Restu (22) mengaku hanya bisa melaju 30-40 km/jam seraya menghidupkan lampu kabut dan klakson untuk menghindari tabrakan.

Api Karhutla semakin mendekati area permukiman warga. Di Landasan Ulin Selatan, seorang peternak bernama Abdul Kholik merugi puluhan juta rupiah setelah kandang dan ternak ayamnya ludes terbakar akibat material abu panas (kelelatu) yang terbang tertiup angin ke atap kandangnya.

Tim gabungan dari Manggala Agni, Basarnas, Kepolisian, dan Kodim terus berjibaku mengendalikan api yang meluas cepat.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Kalimantan, Yudho Shekti Mustiko, menegaskan, prioritas pemadaman saat ini difokuskan pada area yang berdekatan dengan masyarakat, bandara, serta objek vital nasional seperti Ibu Kota Nusantara (IKN).

​Kendala terbesar di lapangan adalah karakteristik daratan Kalimantan yang memiliki sekitar 4,5 juta hektare lahan gambut.

Sementara, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Banjarbaru, Harun Arrasyid, memaparkan bahwa api di lahan gambut menimbulkan kepulan asap tebal.

Kepulan asap capai engan indeks polusi 170-480 µg/m³, dan membutuhkan waktu berhari-hari untuk benar-benar dipadamkan hingga ke dasar lahan,” ungkapnya. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kalimantan Kembali Membara! Dikepung Api, Kalteng Kalbar Jadi Episentrum Karhutla Terparah
Update Terkini Gempa NTT: 60 Ribu Jiwa Mengungsi, Korban Meninggal Tembus 71 Orang
Sebut Pemerintahan Terkini Gagal, Mahasiswa: Prabowo Bedebah Memang!
Kawal Aksi Unras Mahasiswa, Polda Metro Jaya Siagakan 9.242 Personel di Jantung Ibu Kota
Dilarang Menuju Bundaran HI, Massa BEM UI Terlibat Debat dengan Kapolres Jakarta Pusat
Aksi #MerebutKemerdekaan Memanas! Ribuan Mahasiswa Saling Dorong dengan Aparat di Bundaran HI
Viral dan Tembus Puluhan Ribu ‘Likes’, Ini Isi Pesan Kebangsaan Mama Ghufron di HUT RI
Ini Empat Pemenang Busana Adat Terbaik HUT RI di Istana Merdeka, Raih Motor Listrik
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 08:27 WIB

Kalimantan Kembali Membara! Dikepung Api, Kalteng Kalbar Jadi Episentrum Karhutla Terparah

Rabu, 19 Agustus 2026 - 13:12 WIB

Update Terkini Gempa NTT: 60 Ribu Jiwa Mengungsi, Korban Meninggal Tembus 71 Orang

Selasa, 18 Agustus 2026 - 15:23 WIB

Sebut Pemerintahan Terkini Gagal, Mahasiswa: Prabowo Bedebah Memang!

Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:52 WIB

Kawal Aksi Unras Mahasiswa, Polda Metro Jaya Siagakan 9.242 Personel di Jantung Ibu Kota

Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:48 WIB

Dilarang Menuju Bundaran HI, Massa BEM UI Terlibat Debat dengan Kapolres Jakarta Pusat

Berita Terbaru