Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Jakarta – Upaya pengungkapan potensi cadangan minyak dan gas bumi (migas) di Provinsi Lampung resmi memasuki tahap baru.
PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menargetkan dimulainya tahap persiapan dan mobilisasi peralatan untuk Survei Seismik 2D Gerbera pada awal September 2026 mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepastian jadwal tersebut menjadi fokus utama dalam pertemuan antara Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, dan jajaran Direksi PT PHR yang digelar di Jakarta pada Kamis (14/8).
Dalam pertemuan tersebut, Direksi PHR memaparkan bahwa proses lelang untuk kegiatan seismik ini dijadwalkan rampung pada akhir Agustus 2026.
Segera setelah proses administratif selesai, operasional di lapangan, dimulai dari persiapan hingga mobilisasi alat ke wilayah kerja akan langsung dieksekusi.
Secara keseluruhan, pelaksanaan Survei Seismik 2D Gerbera diproyeksikan memakan waktu selama enam hingga delapan bulan. Rangkaian kegiatan ini mencakup persiapan, mobilisasi, pelaksanaan survei inti, hingga penyelesaian akhir pekerjaan di lapangan.
Tujuan utama dari operasi seismik ini adalah untuk memperbarui data kondisi bawah permukaan (subsurface).
Data tersebut krusial untuk memberikan gambaran yang komprehensif terkait potensi riil cadangan migas di wilayah Lampung.
Pihak Pertamina menyatakan bahwa Lampung memiliki indikasi peluang cadangan migas yang cukup masif.
Namun, keberadaan pasti, estimasi volume, serta tingkat keekonomian cadangan tersebut mutlak membutuhkan pembuktian empiris melalui pengumpulan data bawah permukaan dan pemboran eksplorasi.
Hasil dari Survei Seismik 2D Gerbera akan menjadi fondasi utama dalam menentukan langkah eksplorasi lanjutan.
Jika evaluasi data menunjukkan hasil yang menjanjikan, pihak perusahaan menargetkan tahapan pemboran eksplorasi dapat direalisasikan dalam kurun waktu satu hingga dua tahun ke depan.
Menanggapi proyek strategis ini, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan, komitmen penuh Pemerintah Provinsi Lampung dalam mendukung percepatan pelaksanaan survei.
”Pemerintah Provinsi mendukung percepatan pelaksanaan survei ini. Kami akan memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah dan pemerintah kabupaten, terutama di wilayah-wilayah yang menjadi lokasi kegiatan,” tegas Gubernur Lampung tersebut. (*)






