Caption : Ist
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Jagat media sosial dihebohkan oleh curhatan pilu seorang warga Bandar Lampung yang kehilangan ibundanya.
Sang ibu meninggal dunia setelah diduga ditolak mendapat penanganan medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Dr. H. Abdul Moeloek (RSUDAM) karena pihak rumah sakit menilai pasien belum masuk kategori darurat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kisah tragis ini pertama kali mencuat dan viral melalui unggahan akun Threads @orghaveeeee.
Dalam tulisannya, sang anak meluapkan kekecewaan mendalam atas buruknya pelayanan rumah sakit pelat merah tersebut.
“Dear RS Abdul Moeloek, mama saya yang kamu tolak di IGD yang katanya kondisinya gak darurat itu sekarang sudah meninggal,” tulis akun tersebut mengawali keluhannya.
Usai mendapat penolakan dari RSUDAM, pihak keluarga langsung melarikan sang ibu ke rumah sakit lain untuk mencari pertolongan kedua.
Hasil pemeriksaan di rumah sakit tersebut ternyata berbanding terbalik dengan vonis awal di RSUDAM.
Pasien dinyatakan dalam kondisi kritis akibat serangan stroke pada kepala bagian kanan dan kiri, serta membutuhkan tindakan cepat berupa transfusi empat kantong darah.
“Saya yang bukan orang medis saja melihat kondisi mama saya bener-bener sudah gawat, tapi kenapa Anda sebagai dokter bilang tidak darurat. Semoga dokter tidak merasakan apa yang saya rasakan, karena jujur rasanya sakit banget sampai harus kehilangan mama saya,” lanjut curhatan tersebut.
Selain menyoroti dugaan salah asesmen kedaruratan, pihak keluarga juga menyesalkan sikap oknum tenaga medis wanita di IGD RSUDAM.
Pemilik akun menyebut dokter tersebut menyampaikan penolakan dengan tutur kata yang kasar dan dinilai tidak berempati melihat pasien yang sedang berjuang menahan sakit.
Menanggapi polemik yang tengah menjadi sorotan publik ini, pihak manajemen RSUDAM buka suara.
Wakil Direktur Keperawatan, Pelayanan, dan Penunjang Medik RSUDAM Lampung, dr. Yusmaidi, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengetahui keberadaan unggahan viral tersebut dan tengah menindaklanjuti informasi yang beredar.






