Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – SD Negeri 1 Gedung Meneng di Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung, tercatat hanya menerima dua orang siswa baru untuk kelas I pada tahun ajaran 2026/2027.
Meski sepi peminat, pihak sekolah tetap menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada hari pertama masuk sekolah, Senin (13/7/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Suasana MPLS di SDN 1 Gedung Meneng tampak lengang dan jauh berbeda dibandingkan sekolah-sekolah lain yang dipadati oleh puluhan siswa baru maupun antrean orang tua.
Kendati demikian, para guru tetap menyambut kedua siswa tersebut dengan antusias.
Guru SDN 1 Gedung Meneng, Rita, menegaskan, sekolah tetap melaksanakan seluruh rangkaian MPLS secara penuh. Pihaknya juga berupaya memberikan motivasi agar kedua siswa baru tersebut tidak merasa canggung.
”Anak-anak tidak perlu takut atau risau. Kakak-kakak kelas akan menuntun kalian, guru-guru akan membimbing kalian supaya bisa belajar dengan ceria dan penuh kebahagiaan,” kata Rita, Senin (13/7/2026).
Rita memastikan bahwa kedua murid baru ini akan mendapatkan pendampingan penuh dari para pendidik maupun siswa yang lebih senior selama menjalani proses belajar.
Berdasarkan data pihak sekolah, secara keseluruhan SDN 1 Gedung Meneng saat ini memiliki 40 siswa aktif.
Kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut didukung oleh delapan tenaga pendidik, yang terdiri atas lima guru berstatus PNS, satu guru PPPK, dan dua guru honorer atau paruh waktu.
Di sisi lain, minimnya jumlah siswa tidak menyurutkan kepercayaan wali murid. Andi, salah satu orang tua siswa baru, mengatakan, anaknya tetap antusias menyambut hari pertama sekolah dan berharap jumlah peserta didik di sekolah tersebut bisa bertambah pada tahun-tahun mendatang.
Hal senada disampaikan oleh Vita dikutip dari Detik, wali murid lainnya. Ia memilih mendaftarkan anaknya di SDN 1 Gedung Meneng karena pertimbangan jarak tempuh yang dekat dari rumah serta keyakinan bahwa kualitas pendidikan dasar di sekolah negeri pada umumnya setara.
Terkait sepinya pendaftar tahun ini, Vita menduga hal tersebut disebabkan oleh kurangnya sosialisasi kepada masyarakat sekitar.
”Mungkin kurang promosi. Saya juga kurang tahu penyebab utamanya apa, tetapi mudah-mudahan tahun depan sekolah ini lebih maju dan siswanya lebih ramai lagi,” ujar Vita. (*)






