Caption : Ist
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Kepolisian Sektor (Polsek) Labuhan Ratu memastikan bahwa penampakan sosok menyerupai pocong yang viral di kawasan Rajabasa Raya, Bandar Lampung, bukanlah aksi kriminal ataupun peristiwa mistis, melainkan sekadar ulah iseng.
Kapolsek Labuhan Ratu, AKP Ono Karyono, membantah keras isu yang beredar di masyarakat bahwa kemunculan pocong tersebut merupakan modus perampokan atau kejahatan bersenjata tajam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sosok dalam foto viral itu hanyalah seseorang yang mengenakan kostum pocong untuk bercanda,” tegas AKP Ono Karyono.
Ia menambahkan, pihak kepolisian bersama aparat kelurahan, Linmas, dan Bhabinkamtibmas telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi kejadian untuk memastikan keamanan.
Kronologi Kejadian
Kehebohan ini bermula dari beredarnya sebuah foto sosok berbalut kain putih yang dikabarkan berada di kawasan Way Dadi. Namun, polisi dan saksi memastikan insiden tersebut sebenarnya terjadi di sebuah rumah kos di Perumahan Gelora Persada, Rajabasa Raya.
Rizky, penghuni kos sekaligus orang yang mengambil foto viral tersebut, menjelaskan kronologi kejadian, bahwa waktu kejadian pada Selasa (26/5/2026), sekitar pukul 02.00 WIB.
Saat itu, Rizky mendengar suara ketukan dari luar kosnya. Mengira ada kurir paket atau pengemudi ojek online, ia membuka jendela kamar. Ia melihat sosok menyerupai pocong berdiri di depan rumah kos sambil mengetuk dan bergerak-gerak.
Rizky mengaku tidak merasa takut karena ia mendengar suara tawa dari beberapa orang di sekitar lokasi, yang mengindikasikan bahwa itu adalah ulah iseng sekelompok pemuda.
Foto hasil jepretan Rizky tersebut kemudian tersebar luas di media sosial. Publik yang resah sempat mengaitkan foto tersebut dengan isu “pocong keliling”, yakni modus operandi tindak kriminal berkedok hantu yang disebut-sebut sedang marak di berbagai daerah di Indonesia.
Dengan adanya klarifikasi dari pihak kepolisian, masyarakat Bandar Lampung diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah terpancing oleh rumor yang belum jelas kebenarannya. (*)






