Caption : Ist
Hariannarasi.com, Jakarta – Aparat Tentara Nasional Indonesia (TNI) membubarkan kegiatan nonton bareng (nobar) dan diskusi film dokumenter berjudul Pesta Babi yang digelar Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Ternate dan Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) Maluku Utara di Benteng Oranje, Ternate, beberapa waktu lalu.
Sejumlah orang yang diduga prajurit TNI mendatangi lokasi kegiatan sejak sore hari. Mereka meminta penyelenggara membatalkan acara karena judul film dan banner dinilai provokatif serta berpotensi memicu suasana tidak kondusif di masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Komandan Kodim 1501/Ternate, Kolonel Infanteri Jani Setiadi, membenarkan pembubaran tersebut.
Menurutnya, keputusan diambil setelah muncul banyak penolakan di media sosial terhadap judul film yang dianggap provokatif oleh sebagian masyarakat.
Film Pesta Babi merupakan dokumenter yang disutradarai Dandhy Laksono dan Cypri Paju Dale. Acara nobar dan diskusi ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan jurnalistik yang melibatkan AJI dan SIEJ.
Pembubaran ini menuai kritik dari berbagai pihak yang menilai tindakan TNI tidak sesuai dengan tugas pokoknya dan berpotensi membatasi kebebasan berekspresi.
Banyak dari netizen menkritik keras cara TNI membubarkan diskusi dan nobar Film Pesta Babi tersebut, seperti akun tiktok @Mokondo: kritik bukan dengan demo, kritik dengan film kok! dan akun lain @### yang jelas film ini membongkar apa yang sesungguhnya terjadi di negeri siluman.
Bahkan ada juga yang mengapresiasi film garapan sutradara lokal tersebut, @Donghai Fang: Padahal filmnya bagus.. jujur gua suka. dan banyk positif ny di ambil bagi kehdpan masa depan.. anjirr wajib nntn.. harus nntn.
Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi lebih lanjut dari pihak TNI pusat terkait insiden tersebut. (*)






