Caption : Ist
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Sebanyak 172 warga sekolah di SMAN 6 Bandar Lampung diduga mengalami keracunan massal usai mengonsumsi program Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (22/4/2026).
Buntut dari kejadian ini, Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Way Lunik, Panjang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Wakil Kepala SMAN 6 Bandar Lampung Bidang Sarana dan Prasarana, Herman, mengonfirmasi bahwa korban terdampak terdiri dari 147 siswa dan 25 guru. Ia menyebutkan, gejala utama yang dikeluhkan adalah sakit perut dan diare.
”Kondisi korban masuk kategori ringan hingga sedang. Tidak ada laporan muntah hebat atau sampai pingsan. Semua masih bisa ditangani,” ujar Herman, Jumat (24/4/2026).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi A. Temenggung, memastikan insiden ini hanya terjadi di SMAN 6, di mana 26 persen dari total 812 penerima MBG mengalami keluhan kesehatan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Dinas Kesehatan telah melakukan inspeksi lingkungan ke dapur SPPG Way Lunik pada Kamis (23/4/2026).
Dari hasil inspeksi, Dinas Kesehatan menemukan sejumlah ketidaksesuaian standar kebersihan dan sanitasi di dapur penyedia makanan tersebut, antara lain:
- Ketiadaan fasilitas kebersihan dasar seperti alat pengering tangan, sabun, dan tempat sampah yang memadai.
- Toilet pria dan wanita yang belum terpisah atau tidak memiliki penanda jelas.
- Pengelolaan limbah makanan yang masih dilakukan di area dapur, sehingga menimbulkan bau dan mengundang lalat.
- Penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) sanitasi, penyimpanan, dan pengolahan pangan yang belum optimal.
“Untuk SOP pengolahan pangan dan keselamatan kerja, saat kami ke lokasi belum terlihat penerapannya secara jelas. Ini sudah kami surati untuk segera diperbaiki,” tegas Muhtadi.
Meski begitu, ia menambahkan bahwa hasil uji sampel air dan usap peralatan dapur tersebut dinyatakan memenuhi syarat kesehatan.
Sebagai langkah antisipatif, pemantauan terhadap kondisi kesehatan siswa dan guru terus dilakukan, dengan laporan nihil untuk korban yang harus menjalani rawat inap.
Camat Panjang, Hendry, juga membenarkan penutupan sementara operasional dapur SPPG Way Lunik berdasarkan rekomendasi tim lapangan dan keputusan BGN.
Penghentian ini diberlakukan hingga ada evaluasi menyeluruh untuk memastikan insiden serupa tidak kembali terulang dalam pelaksanaan program MBG ke depannya. (*)






