Caption : Ist
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung untuk membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan mahasiswa dalam berbagai aspek pembangunan.
Pernyataan tersebut disampaikan Rahmat saat menghadiri kegiatan Stadium General dan Pelantikan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Lampung (Unila) Periode 2026, Senin (6/4/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Gubernur menekankan bahwa kemajuan suatu daerah tidak hanya bergantung pada kekayaan alam, melainkan sangat ditentukan oleh kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Terlebih, Provinsi Lampung saat ini tengah memasuki fase bonus demografi dengan angka penduduk usia produktif mencapai 71 persen.
”Pemerintah Provinsi Lampung sangat ingin berkolaborasi. Mahasiswa menjadi salah satu kunci utama dalam meningkatkan kualitas SDM. Semakin tinggi kualitas SDM, semakin cepat peradaban itu maju,” ujar Gubernur.
Selain mengajak mahasiswa untuk berkontribusi aktif, Rahmat juga meminta mereka menjalankan peran sebagai kontrol sosial (social control).
Ia mendorong mahasiswa agar tidak ragu mengkritisi pemerintah jika ada kebijakan yang merugikan masyarakat, mengingat kebijakan hari ini akan menentukan nasib generasi muda di masa depan.
Dalam acara yang sama, dilakukan prosesi serah terima jabatan dari Presiden BEM Unila 2025, Muhammad Amar Fauzan, kepada Presiden BEM Unila 2026 yang baru dilantik, Aditiya Putra Bayu.
Merespons arahan Gubernur, Aditiya Putra Bayu menyatakan bahwa BEM Unila akan memposisikan organisasinya sebagai mitra kritis bagi pemerintah daerah.
”Kami tidak memposisikan diri sebagai oposisi, melainkan mitra kritis. Kami siap bersinergi jika kebijakan berpihak pada rakyat, dan akan terus mengawal jika terjadi sebaliknya,” tegas Aditiya.
Turut hadir dalam acara tersebut, Rektor Unila, Lusmeilia Afriani, yang mengimbau mahasiswanya untuk terus mengembangkan potensi diri, aktif berorganisasi, serta beradaptasi dengan perkembangan teknologi global.
Selain itu, Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, yang bertindak sebagai pembicara kunci (keynote speaker), juga mengingatkan bahwa kemampuan berpikir kritis dan mencari akar permasalahan adalah modal utama yang harus dimiliki mahasiswa sebelum menghadapi tantangan nyata pasca-lulus dari kampus. (*)






