Ratusan Penderita HIV di Pringsewu Belum Terdeteksi, Dinkes Lampung Minta Warga Tak Takut Tes!

- Editor

Senin, 1 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Ist

Hariannarasi.com, Pringsewu – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung menyoroti capaian deteksi Orang dengan HIV (ODHIV) di Kabupaten Pringsewu yang dinilai masih belum optimal. 

Tercatat, sekitar 28 persen dari estimasi penderita di wilayah tersebut belum mengetahui status kesehatannya karena belum terjangkau layanan pemeriksaan dini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Berdasarkan data Dinkes Provinsi Lampung, dari estimasi 655 orang yang hidup dengan HIV di Pringsewu, baru 472 orang atau sekitar 72 persen yang telah terdeteksi dan mengetahui status kesehatannya.

Kepala Dinkes Provinsi Lampung, Edwin Rusli, menjelaskan, kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Menurutnya, deteksi dini sangat krusial untuk mencegah penularan sekaligus memastikan pasien mendapatkan penanganan medis yang tepat.

“Masih ada sekitar 28 persen yang belum mengetahui statusnya. Ini menjadi perhatian serius karena deteksi dini sangat penting,” ujar Edwin beberapa waktu lalu.

Edwin menjelaskan, pasien yang mengetahui status HIV-nya lebih awal akan memiliki peluang lebih besar untuk segera mendapatkan terapi antiretroviral (ARV).

Pengobatan yang tepat waktu ini tidak hanya menjaga kualitas hidup penderita, tetapi juga secara efektif menekan angka risiko penularan.

​“Yang paling penting masyarakat tidak takut melakukan pemeriksaan. HIV bukan hanya persoalan kesehatan individu, tetapi juga menyangkut kesehatan masyarakat secara luas,” tegasnya.

Sebagai langkah tindak lanjut, Dinkes Lampung kini tengah memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk memperluas jangkauan tes HIV. Perluasan ini difokuskan pada kelompok berisiko dan daerah yang memiliki angka kasus tinggi.

Pemerintah juga terus mendorong peningkatan skrining HIV di berbagai fasilitas layanan kesehatan, seperti puskesmas dan rumah sakit. Selain langkah medis, edukasi gencar dilakukan untuk menekan stigma negatif di masyarakat terhadap penderita HIV/AIDS.

Pihaknya juga menitikberatkan pada program pendampingan ODHIV guna memastikan pasien rutin menjalani pengobatan dan terlindungi dari diskriminasi sosial. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Jamin BPJS Kesehatan Warga di 2026, Pemprov Lampung Anggarkan Rp125 Miliar!
Kasus HIV di Lampung Tembus 6.696 Orang, DPRD Desak Pemerintah Ambil Langkah Konkret!
Wajib Tahu Sebelum ke Rumah Sakit! Ini 21 Penyakit yang Tak Lagi Dicover BPJS Mei 2026
Muhammadiyah Bangun Pabrik Cairan Infus di Malang, Targetkan Beroperasi Akhir 2027
Bikin Ngelus Dada! Layanan RSUD Ryacudu Amburadul, Antrean Digital Zonk dan Kantong Obat Pun Tak Ada!
Wali Kota Eva dan Wagub Jihan Dampingi Wamenkes Tinjau Puskesmas Way Halim 2, Tekankan Pelacakan Kontak Erat Pasien TB
RSUD Bandar Negara Husada Bakal Jadi RS Rujukan Nomor Satu di Lampung? Begini Kata Wagub Jihan!
Josi Harnos Resmi Dilantik Jadi Ketua IDI Lampung 2025-2028, Wagub Tekankan Sinergi
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 16:44 WIB

Ratusan Penderita HIV di Pringsewu Belum Terdeteksi, Dinkes Lampung Minta Warga Tak Takut Tes!

Senin, 18 Mei 2026 - 16:00 WIB

Jamin BPJS Kesehatan Warga di 2026, Pemprov Lampung Anggarkan Rp125 Miliar!

Jumat, 8 Mei 2026 - 04:52 WIB

Kasus HIV di Lampung Tembus 6.696 Orang, DPRD Desak Pemerintah Ambil Langkah Konkret!

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:30 WIB

Wajib Tahu Sebelum ke Rumah Sakit! Ini 21 Penyakit yang Tak Lagi Dicover BPJS Mei 2026

Jumat, 17 April 2026 - 06:13 WIB

Muhammadiyah Bangun Pabrik Cairan Infus di Malang, Targetkan Beroperasi Akhir 2027

Berita Terbaru