Caption : Ist
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Sekelompok orang memblokade perlintasan kereta api di Jalan Garuntang, Ketapang, Panjang, Bandar Lampung, pada Rabu (25/3).
Aksi peletakan batang besi melintang di atas rel ini diduga kuat sebagai buntut ketidakpuasan atas insiden kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sebuah mobil dan kereta api pada malam takbiran beberapa hari sebelumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan rekaman video amatir yang beredar luas, terlihat dua orang pria secara sengaja meletakkan besi panjang di atas rel untuk menghalangi laju kereta api. Aksi sabotase ini dilaporkan sempat mengganggu jadwal perjalanan kereta api di jalur tersebut, meski tidak menimbulkan korban jiwa.
Menurut keterangan salah seorang warga sekitar, aksi blokade ini dipicu oleh pengendara mobil yang tidak terima kendaraannya terserempet kereta api di perlintasan tanpa palang pintu.
“Pada malam takbiran itu kereta sudah membunyikan klakson panjang, tapi mobil tetap menerobos. Sempat terserempet, lalu mobil itu mundur,” jelas warga tersebut.
Pasca-kecelakaan, petugas Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) langsung mendatangi lokasi. Namun, pengemudi mobil dikabarkan marah dan menuntut pertanggungjawaban dari pihak kereta api, yang berujung pada aksi blokade jalur pada hari Rabu.
Lebih lanjut, warga setempat membantah keras bahwa pelaku pemblokiran adalah masyarakat sekitar perlintasan.
“Mereka yang melakukan sabotase itu bukan warga sini, itu massa bawaan mereka. Biasanya rel itu memang dijaga oleh warga sekitar, tapi karena sudah malam, sedang tidak ada orang yang berjaga. Yang jelas itu bukan kami,” tegasnya.
Untuk mengamankan situasi dan mencegah eskalasi, aparat gabungan yang terdiri dari unsur Kepolisian, TNI, dan Polsuska segera diterjunkan ke lokasi kejadian.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada titik temu atau kesepakatan antara pihak yang melakukan tuntutan dengan pihak otoritas kereta api. (*)






